You are here

Ratusan Pupuk Bersubsidi Ditimbun

Ratusan pupuk bersubsidi ditemukan di salah satu gudang penimbunan di Jalan Gajah Mada Desa Sukabangun Kecamatan Delta Pawan. Pemerintah Desa Sukabangun tidak mendapat laporan tentang keberadaan ratusan karung pupuk bersubsidi tersebut .

Ratusan pupuk bersubsidi ditemukan di salah satu gudang penimbunan di Jalan Gajah Mada Desa Sukabangun Kecamatan Delta Pawan. Pemerintah Desa Sukabangun tidak mendapat laporan tentang keberadaan ratusan karung pupuk bersubsidi tersebut .

“Saya tidak tahu kalau ada gudang penimbunan pupuk bersubsidi di Desa saya. Pemilik pupuk bersubsidi itu tidak pernah melaporkan keberadaan ratusan karung pupuk bersubsidi tersebut ke desa. Jadi mana saya tahu pupuk itu dari mana asalnya dan mau dijual kemana,” kata Kepala Desa Sukabangun, Alamsyah, Minggu (7/3) di kediamannya.

Alamsyah sangat menyayangkan pemilik pupuk bersubsidi tersebut tidak mau melaporkan usaha mereka ke desa.

“Seharusnya setiap usaha yang ada di daerah ini atau desa saya harus melapor dulu ke desa. Agar desa bisa mengetahui secara persis apa usaha mereka, apalagi ini masalah pupuk bersubsidi yang diperuntukkan untuk petani. Jika pupuk bersubsidi ini dijual ke industri itu kan tidak diperbolehkan,” ujar Kades Sukabangun ini.

Hal senada diungkapkan Dedy. S, warga Desa Sukabangun. Ia merasa curiga tentang keberadaan ratusan karung pupuk bersubsisdi ini yang sudah lama ditampung pemiliknya di dalam gudang, tanpa mengetahui darimana pupuk bersubsidi ini berasal dan akan dijual kemana. “Kami merasa curiga dengan ratusan karung pupuk bersubsidi yang sudah lama ditampung pemiliknya di dalam gudang itu. Dan kami juga tidak tahu apakah usaha yang dimiliki resmi atau tidak. Apalagi pemilik ratusan karung bersubsisdi itu orang baru di Desa Sukabangun ini. Kami sebagai tetangganya, tidak tahu apa usaha sebenarnya. Pemiliknya terkesan tertutup dengan tetangga,” ujar Dedy.

Dikatakanya, timbunan ratusan karung pupuk bersubsidi ini sudah lama menjadi pertanyaan warga, bahkan ketika warga  menanyakan hal tersebut kepada pemilik pupuk bersubsidi ini, pemiliknya terkesan menghindar.

Saat dikonfirmasi, pemilik ratusan pupuk bersubsidi enggan memberikan keterangan. “Maap, saya tidak punya waktu,” ujarnya.