Sekitar 1.000 orang calon petani sawit peserta kemitraan kebun kelapa sawit dengan PT Harapan Sawit Lestari (HSL ) dari dua desa, Asam Besar dan Manis Mata, Kecamatan Manis Mata, Ketapang bakal mendatangi kantor Kecamatan Manis Mata. Mereka mempertayakan sistem pendataan calon petani sawit oleh sekretaris camat Manis Mata.
Ketua tim penyampai aspirasi masyarakat calon petani sawit, Manis Mata, Lias Ahmad Irawan mengatakan, tidak menutup kemungkinan masyarakat calon petani akan mendatangi Sekcam Manis Mata untuk mempertayakan beberapa hal yang berkaitan dengan pendataan calon petani sawit.
Diantaranya, data persetujuan Bupati Ketapang 1 Juli 2010, untuk Desa Manis Mata dan Asam Besar sebanyak 758 calon petani yang diberikan surat pengantar oleh Camat Manis Mata dengan surat pengantar 16 Agustus 2010. Tim penyampai aspirasi tetap berpegang dengan SK Kepala Desa Manis Mata dan kesepakatan dengan 1.000 calon petani.
“ Kami sudah mengantongi persetujuan 1.000 calon petani, juga semua ketua RT di Dua Desa sudah tandatangan semua, dan akan segera disampaikan kepada Kades Manis Mata dan diteruskan ke Bupati,’’ kata Lias.
Lias mengungkapkan, jika ada Intervensi dari pihak Sekcam, tim akan mempertayakan dan membuka masalah calon petani warga RT.10 Bagan Kajang Desa Manis Mata yang hanya 46 KK, namun data calon bisa membengkak kurang lebih 312 orang calon petani.
Sayrus Sadikin, Kades Manis Mata mengatakan, sampai saat ini ia tidak tahu nama-nama calon petani sebanyak 312 orang di RT.10, Bagan Kajang tersebut,dan tidak ada laporan dari pihak terkait di Kecamatan Manis Mata mengenai masalahnya.
“ Ini juga akan kita pertayakan. Diharapkan Pemkab Ketapang agar memonitor masalah ini. Bila perlu Ketua KUD Bagan Kajang dan pihak perusahaan serta Sekcam bisa dikomfirmasi tentang masalah ini, ’’kata Sadikin.
Menurutnya, di RT 10 Bagan Kajang, warganya hanya ada 46 KK dan data calon petaninya tidak sesuai dan mencapai 312 orang calon petani, sementara data yang sesuai kesepakatan tim dan masyarakat calon petani di dua desa tersebut sebanyak 1.000 kapling.
“ Ini sangat tidak sesuai, masak satu RT hanya 46 KK, tapi data calon petaninya sampai 312 orang calon petani,’’tanya Sayrus.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
