Luasnya wilayah serta banyaknya pintu masuk di Kabupaten Ketapang berpotensi untuk terjadinya penyebaran paham radikalisme, anarkisme, bahkan terorisme. Sebagai langkah antisipasi, Kesbangpolinmas Kabupaten Ketapang menggelar rapat dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).
“Rapat ini bertujuan sebagai langkah antisipasi terhadap radikalisme, anarkisme dan terorisme. Terlebih menjelang bulan puasa. Intinya kita mau Ketapang tetap aman dan kondusif,” tegas Kepala Kesbangpolinmas, Donatus MH, di Ketapang, baru-baru ini.Donatus mengatakan, sejauh ini memang belum ada gerakan nyata dari paham-paham tersebut. Namun, kata dia, dengan luasnya wilayah dan akses informasi yang sulit dibendung bukan tidak mungkin paham radikalisme, anarkisme, bahkan terorisme masuk ke Kabupaten Ketapang. “Makanya kita gelar rapat ini sebagai antisipasi,” timpal dia.
Dia menegaskan, hasil rapat yang dihadiri berbagai tokoh lintas agama itu menyepakati akan selalu berpegang teguh terhadap empat pilar kebangsaan. Yaitu, Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. Selain itu pula penegasan terhadap tri kerukunan umat beragama. “Kerukunan umat seagama, kerukunan antarumat beragama dan kerukunan antarumat beragama dengan pemerintah,” paparnya.
Dengan pluralitas suku dan agama yang ada di Kabupaten Ketapang, Donatus, mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga tri kerukunan tersebut. Terlebih pada bulan puasa yang sebentar lagi akan dilaksanakan oleh umat muslim sehingga dirinya mengharapkan kepada masyarakat non muslim untuk menghormati mereka yang menunaikan ibadah puasa Ramadan. Selain itu, dia juga mengajak masyarakat luas untuk bersama-sama dalam mengantisipasi radikalisme.
Sementara itu, Ketua FKUB Ketapang, Habib Azan bin Thalib, menegaskan, dirinya menyambut baik rapat yang digelar Kesbangpolinmas tersebut. FKUB sendiri, kata dia, tetap berpegang teguh kepada empat pilar kebangsaan. “Pancasila merupakan harga mati. Makanya kita juga mau ada tindaklanjut dari rapat ini,” tegasnya.
Dalam pertemuan tersebut disepakati sejumlah hal penting yang akan selalu berpegang teguh pada empat pilar kebangsaan. Yakni, Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. Masyarakat juga mendapatkan sejumlah imbauan. Diantaranya, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah harga mati. Kemudian, mengajak segenap lapisan masyarakat membangun kebersamaan dalam mewujudkan kerukunan dan menolak gerakan radikalisasi yang mengatasnamankan agama karena tidak sesuai dengan ajaran agama. Seperti, terorisme, radikalisme dan Negara Islam Indonesia (NII).
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
