You are here

Kunci Jawaban UN Beredar di Ketapang

Sejumlah siswa di Ketapang mengaku mendapatkan kunci jawaban Ujian Nasional (UN) sebelum pelaksanaannya, 25 April mendatang.

Mawar ( nama samaran), salah satu siswa sekolah di Ketapang mengaku mendapatkan tawaran membeli kunci jawaban soal UN. Modus yang digunakan, dalam satu kelas mereka disuruh berpatungan uang sebanyak Rp 50 ribu per satu orang. Kemudian dikumpulkan satu kelas yang selanjutnya dibelikan jawabannya.

Mawar - pun menyatakan  memang belum diketahui secara persis dari pihak mana yang menyediakan kunci jawaban itu.


 “ Saya kurang percaya dengan adanya tawaran itu,” kata Mawar Rabu (13/4).

 Menurutnya, adanya tawaran kunci jawaban soal UN yang beredar. Bukan lagi barang baru di sekolahnya. Kejadian ini pun sudah menyebar dan diketahui siswa lainnya.

Kabag Pendidikan Menengah, Dinas Pendidikan Ketapang, Ucup Supriatna menegaskan kunci jawaban yang beredar dan diperjualbelikan adalah kabar bohong.

“ Ini adalah strategi mencari keuntungan dari pihak tidak bertanggung jawab. Siswa harus lebih yakin kepada diri sendiri. Karena hal ini setiap jelang UN setiap tahun pasti akan ada informasi jual kunci jawaban. ” kata Ucup, Rabu (13/4)  di ruangan kerjanya.

Ia mengatakan, Kementerian Pendidikan Nasioanal sudah memberikan ancaman tegas terhadap kecurangan pelaksanaan UN. Meskipun sulit dideteksi, Kemendiknas tetap yakin ancaman sanksi bisa membuat semua yang terkait lebih jujur.

Ancaman sanksi tahun ini adalah nilai siswa yang curang akan dihapus. Ancaman tersebut disampaikan langsung oleh Mendiknas Mohammad Nuh.  


“ Tahun ini pihaknya memiliki sistem baru untuk mendeteksi kecurangan pengerjaan UN,’’Jelas Ucup.


Setiap lembar jawaban siswa memiliki kode rahasia. Kode tersebut hanya diketahui Kemendiknas, percetakan, dan pengawas. Dengan kode rahasia tersebut, pelaksana UN bisa mengetahui langsung siswa yang melakukan kecurangan.

Anggota DPRD Ketapang, Al Muhammad Yani mengatakan, adanya informasi yang berkembang tersebut. Terlepas benar atau tidak, pelaksanaan UN jangan sampai terjadi kebocoran. Sudah seharusnya langkah tegas diambil jika diketahui siswa dan sekolah menjalankan UN curang.