“Saya loncat dari lantai dua ruko. Saya gugup dan tidak sadar bahwa saya terjun dari atas ke bawah untuk menyelamatkan diri. Coba lihat kaki saya ini rasanya mau patah,” kata Atet, korban kebakaran lima ruko di Jalan Gajah Mada, Sabtu (13/3) pekan lalu.
Ia harus menanggung kerugian hingga Rp 400 juta. Tiga kantung plastik berisi uang puluhan juta rupaih, perhiasan dan dua unit sepeda motor hangus dimakan api.
Hal ini diungkapkannya, Selasa (16/3) kemarin, bahwa tiga bungkusan plastik yang berisikan uang itu terdiri dari uang pecahan Rp 50.000 dan uang pecahan Rp 2.000.
“Hanya satu kantong plastik saja yang bisa saya temukan diantara reruntuhan bangunan yang telah menjadi puing-puing ini, 2 kantong palstik yang lainnya sudah hangus terbakar menjadi abu,” paparnya sedih.
Ia menceritakan pada malam itu ia sangat lelap tidur, bahkan warga yang coba membangunkannya dengan menggedor serta melempari ruko agar ia segera terbangun serta suara gaduh warga sama sekali tidak terdengar.
“Warga coba membangunkan saya dan keluarga.Tapi malam itu, saya benar-benar terlelap tidurnya, baru setelah anak saya membangunkan saya api sudah menjalar pada bagian ruko saya,” paparnya.
Namun, ia masih bersyukur karena seluruh anggota keluarganya selamat dari musibah naas itu, meski ia masih bingung dengan kondisinya sekarang.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
