You are here

Ketapang Temukan 45 Kasus Rabies

Sepanjang 2005 Pemkab Ketapang menemukan 45 kasus rabies dan satu orang meninggal di Kecamatan Kendawangan Ketapang.

Dinas Pertanian dan Peternakan Ketapang terus melakukan langkah pencegahan. Diantaranya mengeliminasi atau pengurangan anjing liar. Kemudian memberikan vaksin gratis kepada anjing peliharaan warga.

Hal itu dikatakan Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan, Edy Sujarwo, belum lama ini.


Ia menjelaskan, pihaknya menerima surat dari Dirjen Perternakan dengan mengacu kepada Keputusan Kementerian Pertanian No.3600/kpts/PD.640/10/2009. Agar kemudian dijadikan acuan dalam penertiban rekomendasi pelarangan memasukan anjing untuk sementara dari Jawa Barat. Terutama dari daerah Garut, Sukabumi, dan Tasikmalaya..

Berdasarkan data yang masuk jumlah anjing peliharaan seluruh Ketapang sebanyak 6.559. Kemudian anjing yang termasuk liar, sebanyak 105 ekor.

Ia menambahkan, kendala yang masih dihadapai adalah masyarakat yang memiliki peliharaan anjing masih enggan memberikan vaksin. Alasannya, anjing miliknya tidak galak lagi.

Dijelaskannya, ciri orang terkena penyakit rabiesdiantaranya nafsu makan hilang  disertai sakit kepala, tidak bisa tidur, demam tinggi, mual, dan muntah-muntah. Selain itu, penderita rabies juga takut dengan air maupun cahaya, air liur dan mata keluar berlebihan, kejang-kejang yang disusul dengan kelumpuhan sebelum akhirnya meninggal jika tidak segera diobati ke dokter.

Agar terhindar dari gigitan binatang terjangkit virus rabies, alangkah baiknya tidak berada terlalu dekat dengan binatang seperti anjing, kucing, dan kera liar, karena ketiga hewan ini merupakan hewan yang dapat menularkan panyakit rabies (HPR).


” Kita sebaiknya bisa mengetahui sedini mungkin ciri-ciri anjing yang terjangkit virus rabies atau anjing gila ini ,’’jelas Edy.


Ciri-ciri tersebut antara lain terjadi perubahan perilaku pada anjing yang sebelumnya jinak berubah menjadi galak, dan sebaliknya dari galak menjadi jinak, kata Sujarwo.