You are here

Kampus Politeknik Hadir di Ketapang

Bupati Ketapang H. Morkes Effendi meresmikan gedung Kampus Politeknik Ketapang, di Jalan Rangge Sentap, Selasa (20/7).

Pembangunan Politeknik Ketapang yang menelan dana Rp 30.936.635.000 ini, sangat diharapkan bupati agar ketua dan segenap jajaran politeknik memanfaatkan dan memelihara gedung politeknik agar tetap tertata rapi dan bersih, kemudian menampung lulusan SMA untuk mengikuti perkuliahan di Politeknik Ketapang, sehingga dapat menyelesaikan salah satu persoalan pendidikan tinggi.

“Mudah-mudahan pada masa yang akan datang  Politeknik yang selama ini tingkat pendidikan akademi atau diploma III, semoga dapat ditingkatkan lagi pada tingkat strata I (sarjana, red) untuk masa yang akan datang,” kata Morkes Effendi, Selasa (20/7), di Gedung Politeknik Ketapang.

Menurutnya, Politeknik Ketapang didirikan untuk meningkatakan sumber daya manusia di Kabupaten Ketapang. “Keberadaan Politeknik sebagai bagian dari pendidikan tinggi di daerah sangatlah didambakan oleh masyarakat terutama jurusan pengolahan hasil perkebunan dan mesin perkapalan, karena Ketapang sebagian besar wilayahnya terdiri dari lautan yang selama ini belum dapat diupayakan secara maksimal disebabkan keterbatasan tenaga teknis,” ujar Morkes.

Menurut bupati, konsep  dasar gagasan pendirian Politeknik Ketapang adalah meningkatkan pendidikan untuk mengatasi ketertinggalan dalam masyarakat. Kemudian, meningkatkan pemerataan dan perluasan akses terhadap pendidikan tinggi, meningkatkan kualitas dan relevansi pendidikan tinggi dengan kebutuhan pasar kerja dan kebutuhan pengembangan ilmu pengetahuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan daya saing.

Kepala Dinas Pendidikan Ketapang H. M Mansyur mengatakan, dasar pendirian Politeknik Ketapang adalah Peraturan Daerah Ketapang Nomor 17 Tahun 2009 tentang pendirian Politeknik Ketapang, bertujuan untuk menghasilkan tenaga profesional dalam bidang pendidikan terapan yang mampu mandiri, mengembangkan dan menyebarluaskan pengunaan teknologi terapan kepada masyarakat, serta mengupayakan penggunaan teknologi dalam segala bidang untuk meningkatkan taraf hidup.

“Waktu pelaksanaan pembangunan Politeknik Ketapang berlangsung sejak tahun 2007 sampai sekarang untuk pengembangan pembangunannya,” kata H. M Masyur.

Sedangkan sumber dananya, kata Mansyur merupakan sharing antara Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Daerah Ketapang dengan perbandingan 70:30.

Gedung Politeknik Ketapang adalah bangunan tiga lantai, 18 lokal kuliah, gedung laboratorium dasar untuk laboratorium fisika, bahasa dan komputer. Sedangkan,  gedung rektorat memiliki dua lantai, terdiri dari ruangan direktur, pembantu direktur, kepala bagian dan staf administrasi. Selain itu, satu unit bengkel mesin,, laboratorium  teknik pertambangan dan laboratorium teknologi hasil perkebunan.   

Direktur Politeknik Ketapang Hj.Nurmala mengatakan, kemegahan bangunan Politeknik Ketapang akan lebih terasa nuansanya bila didukung oleh kelengkapan dan kemutakhiran fasilitas pendukungnya, terutama praktik/praktikum.