Jembatan di Dusun Engkaden Kecamatan Nanga Tayap Ketapang, telah memakan korban. Tonia, warga Dusun Engkaden Kecamatan Nanga Tayap mengalami kecelakaan jatuh dan tertusuk kayu akibat jembatan rusak parah dan tidak diperbaiki.
Jembatan di Dusun Engkaden Kecamatan Nanga Tayap Ketapang, telah memakan korban. Tonia, warga Dusun Engkaden Kecamatan Nanga Tayap mengalami kecelakaan jatuh dan tertusuk kayu akibat jembatan rusak parah dan tidak diperbaiki.“Istri saya (Tonia, red) mengalami musibah kecelakaan. Kecelakaan yang diakibatkan sebuah jembatan rusak di daerah saya, Dusun Engkaden, mengakibatkan istri saya menderita cacat seumur hidup,” kata Lomo, Ketua RT 12 Dusun Engkaden, (24/2) dengan suara lirih.
Ia tidak terima dengan kejadian ini, lantaran kecelakaan tersebut bukan karena kelalaian istrinya, namun dikarenakan pembangunan jembatan yang amburadul.
“Jembatan yang dibangun tahun 2008 di Dusun Engkaden Kecamatan Nanga Tayap itu tidak pernah selesai dikerjakan, bahkan jembatan tersebut sempat hancur dan lapuk kembali,” katanya.
Sementara, warga merasa berang dan kesal karena tidak ada niat baik dari pemerintah daerah dan kontraktor yang terkesan tak peduli. Padahal mereka sudah sering mengadukan persoalaan ini.
”Korban jembatan ini sudah memakan tiga orang warga kami, apa harus memakan korban lebih banyak lagi, baru jembatan ini diperbaiki,” ucapY. Suandi, salah satu warga Nanga Tayap.
Menurut Suandi sebelum adanya pembangun jembatan baru yang menggunakan dana APBD Ketapang tersebut warga dengan leluasa dapat melintas jembatan lama di Dusun Engkaden ini, akan tetapi setelah pembangunan jembatan ini berlangsung justru musibah sering dialami.
“Jangankan mobil, motor saja sulit untuk melewati jembatan tersebut, jika kecelakaan seperti ini terjadi lagi, seperti warga kami yang jatuh dan tertusuk kayu itu, siapa yang bertanggung jawab,” tanyanya.
Suandi meminta agar dinas terkait dapat memperbaiki jembatan tersebut. Karena jembatan ini merupakan urat nadi warga Dusun Engkaden. Menyikapi hal tersebut, Seketaris Kecamatan Nanga Tayap, Syahrial, mengatakan bahwa ia tidak mengetahui secara jelas tentang proyek jembatan ini. Bahkan ia tidak tahu kontraktor mana yang mengerjakan proyek tersebut.
“Coba anda konfirmasi ke Dinas PU Ketapang, mungkin disana dapat keterangan lebih jelas dan akurat,” kata Syahrial.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
