You are here

Jalan Telok Batang–Melano Rusak, Sopir Rogoh Ratusan Ribu

Pengguna jalan milik provinsi yang menghubungkan Teluk Batang-Melano terpaksa harus merogoh kantong dalam-dalam agar dapat membayar meting yang ditarik oleh masyarakat setempat. Pasalnya ruas jalan ini diwarnai kubangan yang menganga besar.

Apo, supir truk jurusan Ketapang-Pontianak mengaku untuk satu ret perjalanan, ia harus mengeluarkan uang sekitar Rp 280.000-Rp 300.000 untuk membayar meting.

 “Saya sangat keberatan dengan meting yang dibuat masyarakat ini, ada 56 meting yang harus kita lewati harga meting bervariasi dari Rp 20.000 sampai dengan Rp 5.000, tergantung panjangnya meting yang dibuat warga,” ungkap Apo, Jumat (30/7).

 Dia berharap kondisi jalan ini tidak dibiarkan rusak parah, karena akan berdampak pada sektor ekonomi yang membuat harga sembako naik lantaran ongkos jalan truk.

 “Untuk melewati daerah yang banyak metingnya, kita sampai berjam-jam belum lagi biaya bayar metingnya, membuat kita para sopir mengalami kerugian materi dan waktu, kita minta Pemerintah Provinsi untuk memperhatikan kerusakan jalan Telok batang-Melano ini,” pinta Apo.

A. Rahman salah satu pengendara sepeda motor yang melewati ruas jalan ini mengatakan keberatan, karena meting-meting ini membuat biaya perjalanan semakin besar.

 

“Ongkos perjalanan semakin besar dengan adanya meting-meting ini, ini sangat kita sesalkan, sama saya juga minta Pemerintah Provinsi memperhatikan jalan ini,” ujar Rahman.

Salah satu penjaga meting Kardi mengatakan, dirinya hanya menolong para pengguna jalan yang melintasi jalan ini agar tidak terjebak dalam jalan yang dipenuhi lumpur dengan membayar biaya meting seikhlasnya tanpa ada paksaan.

 “Kami hanya membantu para pengguna jalan agar tidak macet dalam perjalanan karena jalannya banyak rusak dan dipenuhi lubang-lubang besar dengan membikin meting atau jalan darurat,” kata Kardi.

 Sementara, Ketua Lembaga Pemantau Penyelengara Negara RI Kayong Utara Abdulrani, meminta Pemerintah Provinsi memperbaiki ruas Jalan Teluk Batang-Melano. Ia menegaskan jika Pemerintah Provinsi tidak mampu memperbaiki dan memelihara ruas jalan provinsi ini, agar menyerahkannya ke Pemerintah Kabupaten Kayong Utara.

 “Kami minta Pemerintah Provinsi segera memperbaiki kerusakan-kerusakan yang ada di ruas Jalan Telok Batang-Melano ini, karena yang dirugikan masyarakat dan berpengaruh terhadap arus perekonomian dan kemajuan pembangunan,” ujar Abdulrani.