Sungguh malang nasib Po’i (65). Ia ditemukan sudah jadi mayat di pinggiran Sungai Pawan, Rabu (18/11). Warga Gang Aneka, Kelurahan Sukabangun, Kecamatan Delta Pawan, diduga meninggal akibat terseret arus pasang.
Ratini (32), anak kandung almarhum menuturkan, sang ayah tidak balik ke rumah sejak Selasa (17/11) pukul 14.00 Wib.Menurutnya, Po’i ingin melihat 3 ekor sapi miliknya di lapangan milik PT Alas Kusuma, tidak jauh dari rumahnya. Namun, takdir berkata lain. Hingga malam menjelang, ia itu tak kunjung kembali ke rumah.
Ketika pergi, ayahnya seorang diri menggunakan perahu. Aktivitas itu merupakan kegiatan rutin almarhum setiap harinya. “Entah mengapa sudah sore tapi ayah tidak pulang,” katanya dengan nada agak terbata karena menangis.
Jadi, ia minta pertolongan dengan warga dan keluarga untuk mencari ayahnya.
Kondisi sang ayah memang kurang baik, saat itu. Pasalnya, kakinya sakit. Ratini menegaskan bahwa, sang ayah tidak bisa berenang. “Ayah memang tidak tahu berenang,” katanya.
Sebelumnya, upaya pencarian yang dilakukan pihak keluarga dan masyarakat setempat, dilakukan sejak sore hingga malam hari. Namun, hal itu masih belum mendapatkan hasil. Kemudian, pencarian kembali dilakukan keesokan harinya, Rabu (18/11).
Akhirnya, sekitar pukul 09.00 Wib, warga setempat menemukan mayat Po’i. Saat ditemukan, posisi mayat tegak berdiri di dalam air.
Setelah itu, jenazah langsung dibawa ke RSUD Agoesdjam Ketapang, untuk dilakukan visum. Ketika divisum, kondisi kepala bagian belakang almarhum, terus mengeluarkan darah. Bahkan, mata kanan juga ikut berdarah, termasuk bagian telinga kanan dan pelipis mata bagian kiri terlihat robek.
Sementara itu, ketika dikonfirmasi terkait penyebab kematian Po’i, Kapolsek Delta Pawan, Ipda Kiki Firmansyah mengaku tidak berwenang memberikan keterangan seputar penemuan mayat tersebut.
“Langsung ke Kapolres sajalah, soalnya penanganannya langsung di Polres,” ujar perwira dengan balok satu di pundaknya itu berkomentar.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
