Komisi I DPRD Ketapang, Selasa (26/4) direncanakan melakukan kunjungan ke lokasi PT Poliplant Sejahtera di Kecamatan Manismata terkait pencemaran lingkungan akibat jebolnya pipa limbah milik perusahaan tersebut. Dewan juga mendesak polisi segera menindaklanjuti persoalan ini.
Anggota DPRD Ketapang dari fraksi PPP, Abdul Sani mendesak polri segera menindaklanjuti keluhan warga atas pencemaran sungai. Pihaknya, berdasarkan rekomendasi petugas penyelidik pegawai negeri sipil (PPNS) dinyatakan telah terjadi pencemaran di daerah air upas yang diduga dilakukan dua perusahaan, yakni pertambang dan perkebunan.
“ Kami juga mendengar bahwa Kamis (28/4) nanti penyidik polda memanggil perusahaan Poliplant. Kami harap kasus ini ditanggapi dengan serius, karena yang terjadi limbahnya sudah mulai menyebar. Terlebih lagi banyaknya hujan. Dan ini bukanlah kejadian pertama,” tegas Sani, Senin (25/4) di Gedung DPRD Ketapang.
Sani, yang juga anggota DPRD Dapil V meliputi, Kecamatan Manis Mata, Marau, Air Upas, dan Singkup mengatakan jika memang limbah itu berasal dari perusahaan tersebut. Tentunya kerugian yang dialami masyarakat menjadi tanggungjawab perusahaan. Karena dilihat, antara investasi dengan pencemaran tidak sebanding.
“Jangan berinvestasi jika tidak bisa memperdulikan lingkungan ,” kata Sani.
Dan Partainya secara khusus juga meminta kepada Bupati Ketapang segera melakukan evaluasi menyeluruh kepada investasi yang ada. Ini penting, supaya apa yang ada investasi yang merugikan masyarakat sendiri.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
