You are here

Awas, Rabies Mengancam di Ketapang

Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Ketapang, Edy Sujarwo mengungkapkan Ketapang terancam tertular wabah penyakit rabies atau anjing gila dari Kalteng. Karena daerah itu berbatasan langsung dengan Ketapang.

Edi mengatakan, ada sekitar enam wilayah yang berbatasan langsung dengan Kalimantan Tengah, yakni Kecamatan Manis Mata, Air Upas, Nanga Tayap, Tumbang Titih, Sandai dan Kecamatan Marau di Ketapang. Enam daerah itu terindikasi terancam virus rabies dari anjing.

Pemkab Ketapang minta masyarakat tidak memasukan hewan anjing dari daerah yang tertular. Jumat (8/4) pihaknya sudah menerima Surat dari Dirjen Perternakan terkait larangan memasukan hewan anjing atau kucing dari wilayah wabah ke Kalbar.

Ia menjelaskan pada tahun 2005 di Kendawangan, Ketapang terdapat 45 kasus rabies dan satu orang meninggal karena rabias.

“ Hingga sekarang sudah tidak ada lagi kasus rabies di Ketapang,’’Ujar Edy.

Guna mengantisipasi rabies di Ketapang, Pemkab sudah melakukan langkah pencegahan diantaranya, memberi vaksin anjing peliharaan.

"Vaksin yang kita berikan ini gratis." katanya. Vaksin itu diberikan setiap Juni, ada tiga orang petugas yang akan memberikan vaksin kepada anjing peliharaan warga.

Adapun ciri-ciri orang terkena penyakit rabies antara lain nafsu makannya hilang yang disertai sakit kepala, tidak bisa tidur, demam tinggi, mual dan muntah-muntah. Penderita rabies juga takut dengan air maupun cahaya. Air liur dan mata keluar berlebihan, kejang-kejang yang disusul dengan kelumpuhan sebelum akhirnya meninggal jika tidak segera diobati ke dokter, jelas Edy,