Direktur Rumah Sakit Umum (RSUD) Dr. Soedarso Pontianak, dr. Gede Sandjaya, mengatakan dalam setiap harinya, RSUD milik pemerintah provinsi Kalbar ini menerima sebanyak 2-3 pasien demam berdarah dengue (DBD).
Tim medis berupaya memberikan pelayanan cepat dan tepat untuk pengobatan agar jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. “Setiap hari ada 2-3 pasien DBD yang dirujuk ke Soedarso,” ungkap Gede, ditemui pada Kamis (4/6) saat di Pendopo Gubernur.
Direktur Rumah Sakit Umum (RSUD) Dr. Soedarso Pontianak, dr. Gede Sandjaya, mengatakan dalam setiap harinya, RSUD milik pemerintah provinsi Kalbar ini menerima sebanyak 2-3 pasien demam berdarah dengue (DBD).
Tim medis berupaya memberikan pelayanan cepat dan tepat untuk pengobatan agar jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. “Setiap hari ada 2-3 pasien DBD yang dirujuk ke Soedarso,” ungkap Gede, ditemui pada Kamis (4/6) saat di Pendopo Gubernur.
Dikatakan olehnya, penyakit DBD ada beberapa kategori, diantaranya, DBD biasa atau DHR, DBD Shock, kalau sudah shock, itu otomatis memasukan infus untuk bantuan perawatan terjadi kesulitan. “Problemnya ini adalah cairnya ada perdarahan, kalau bisa cepat dimasuki infus harus tepat,” ujarnya.
Faktor penyebab seseorang bisa terkena DBD itu dikarenakan virus akibat gigitan nyamuk. Diharapkan dengan mewabahnya, DBD, Dinas terkait harus proaktif dalam memberantas mewabahnya DBD ini. “Disamping Dinas terkait, masyarakat juga menaruh peranan untuk dapat memberantas DBD ini,” katanya.
