You are here

KESEHATAN

30 Persen Kasus Kanker Dipicu Obesitas

Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) memperkirakan 30 persen kasus penyakit kanker berhubungan dengan berat badan berlebih, obesitas dan kurangnya aktivitas fisik.

Selanjutnya...

Variasi Genetika Diduga Mengarah ke Penyakit Jantung

Antara, Washington
Para peneliti dari Duke University Medical Center telah mengidentifikasi satu variasi di dalam gen tertentu yang meningkatkan kerentanan terhadap penyakit jantung koroner dini, demikian laporan di dalam jurnal PloS Genetics, Jumat.
Dalam satu kajian sebelumnya, satu wilayah pada Chromosome 7 berkaitan dengan penyakit jantung koroner (CAD). Belum lama berselang, para peneliti itu memusatkan perhatian pada pengidentifikasian gen tersebut di wilayah itu yang memperlihatkan resiko mengenai serangan dini CAD dan mengidentifikasikannya sebagai gen "neuropeptide Y" (NPY).
NPY adalah salah satu dari protein yang paling penting dan berlimpah di dalam tubuh dan adalah "neurotransmitter" yang berkaitan dengan pengendalian nafsu makan dan perilaku memberi makan, di antara fungsi lain.
"Neurotransmitter" adalah bahan kimia yang digunakan untuk menyiar-pancarkan, memperkuat dan mengatur tanda antara syaraf dan sel lain.
Penelitian saat ini, yang dipimpin oleh Svati dan Elizabeth Hauser, menemukan bukti bagi enam variasi yang berkaitan di dalam gen NPY yang memperlihatkan bukti mengenai pengiriman dari satu generasi ke generasi lain dan hubungan di seluruh populasi pasien kemunculan dini CAD.
Para peneliti tersebut mengevaluasi 1.000 keluarga untuk mengetahui CAD dan bukti mengenai serangan jantung sesungguhnya, sebagai bagian dari studi GENECARD yang disatukan oleh Duke University Cardiology Consortium.
Satu studi independen di keluar keluarga itu menggunakan sekumpulan contoh mengenai hampir setiap orang yang memiliki teknik pencitraan medis untuk memperlihatkan bagian dalam pembuluh darah dan organ lain tubuh di Duke University sejak 2001.
Penulis lain studi itu William Kraus dan Christopher Granger mendasarkan simpanannya, yang disebut "CATHGEN", yang kini mendekati 10.000 subjek. Kegiatan non-keluarga memperlihatkan hubungan kuat antara varian genetika NPY yang berhubungan dengan penyakit jantung.
Hasil genetika tersebut bahkan lebih kuat pada pasien yang memiliki kemunculan CAD sebelum usia 37. "Kami memperlihatkan dampak kuat usia," kata Hauser, "jika seseorang memiliki varian gen NPY pada salah satu dari dua salinan (dari ibu dan ayah), maka orang itu mungkin terserang penyakit jantung dini."
"Semua pasien muda ini adalah populasi rentan tempat CAD memiliki dampak penting jangka-panjang, tapi mereka sangat sulit diidentifikasi sehingga menyulitkan untuk memulai terapi pencegahan," kata Shah.
"Semua temuan lain genetika ini mungkin membantu kita pada masa depan untuk mengidentifikasi semua pasien ini sebelum perkembangan CAD atau serangan jantung pertama mereka," ucapnya.

Gen Berkaitan dengan Darah Tinggi Diidentifikasi

Antara, Beijing
Para peneliti Amerika telah mengidentifikasi satu varian gen, yang mempengaruhi cara ginjal memproses garam, sehingga pada gilirannya mempengaruhi tekanan darah tinggi, demikian laporan media yang mengutip jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences, Selasa.
Para peneliti University of Maryland School of Medicine mengidentifikasi peran dalam kerentanan tekanan darah tinggi dengan menganalisis gen dari 542 orang di perkumpulan Orde Amish di Lancaster County, Pennsylvania.
Kelompok tersebut ideal untuk studi semacam itu karena anggotanya relatif terkucil dan memiliki makanan serta gaya hidup pedesaan yang serupa. Mereka mendapati hubungan kuat antara versi khusus gen STK39 dan peningkatan resiko tekanan darah tinggi.
Orang dengan varian umum gen STK39 cenderung untuk memiliki tingkat tekanan darah yang lebih tinggi dan lebih mungkin untuk menghadapi tekanan darah tinggi penuh, yang juga disebut hipertensi, demikian temuan para peneliti.
Gen itu menghasilkan protein yang terlibat dalam mengatur cara jantung memproses garam di dalam tubuh --faktor penting dalam menentukan tekanan darah tinggi.
Orang yang memiliki tekanan darah tinggi lebih mungkin untuk mengalami serangan jantung, jantung tidak berfungsi, stroke dan penyakit ginjal.
Yen-Pei Christy Chang, pemimpin peleniti tersebut, mengatakan temuan itu dapat mengarah kepada perkembangan obat baru tekanan darah tinggi dengan sasaran kegiatan STK39.
Namun, Chang, yang menyatakan bahwa ada banyak faktor lain yang mempengaruhi tekanan darah tinggi, menambahkan, "Gen STK39 hanya lah salah satu potongan penting teka-teki. Kami ingin memastikan bagaimana orang dengan variasi gen yang berbeda bereaksi terhadap obat, atau perubahan gaya-hidup, seperti mengurangi jumlah garam di dalam makanan mereka."

Gangguan Tidur Diduga Tanda Awal Parkinson

Antara, Washington
Orang yang mengalami gangguan tidur sehingga membuat mereka menendang atau berteriak selama tidur mungkin menghadapi resiko yang lebih besar untuk terserang dementia atau Parkinson, demikian hasil suatu studi yang disiarkan di dalam edisi online jurnal AS, Neurology.
Gangguan tidur itu disebut gangguan prilaku tidur REM. Orang yang mengalami gangguan tidur tak memiliki kekurangan irama otot normal yang muncul selama mengalami REM, yang seringkali dikenal sebagai tahap mimpi dalam tidur.
Mereka malah memiliki kegiatan otot yang sangat besar seperti memukul, menendang, atau berteriak, terutama mengungkapkan mimpi mereka.
Studi itu melibatkan 93 orang dengan jenis gangguan tidur seperti itu yang tak memiliki tanda penyakit "neurodegenerative", seperti hilang ingatan atau penyakit Parkinson. Perkembangan peserta studi tersebut diikuti selama lima tahun.
Selama masa itu, 26 orang mengembangkan penyakit penurunan kemampuan syaraf. Empat-belas orang mengembangkan penyakit Parkinson, 11 menderita dementia dan didiagnosis mengembangkan penyakit Alzheimer atau Lewy
Perkiraan resiko lima-tahun perkembangan penyakit penurunan kemampuan syaraf adalah 18 persen, sementara resiko 10-tahun adalah 41 persen dan resiko 12-tahun sebesar 52 persen.
"Hasil ini tentu saja sangat menarik bagi orang yang memiliki gangguan tidur dan keluarga serta dokter mereka," kata penulis studi tersebut Ronald Postuma dari McGill University di Kanada.
"Hasil ini mungkin membantu kami untuk lebih memahami bagaimana perkembangan penyakit `neurodegenerative" ini. Semua itu juga menyarankan bahwa mungkin ada peluang bagi perlindungan dari perkembangan penyakit, barangkali bahkan mencegahnya sebelum gejalanya dapat muncul," katanya.

Halaman 4 dari 5