You are here

Meredam Konflik Keluarga

Percekcokan yang terjadi dalam rumah tangga dapat berbuntut petaka. Lebih parah lagi perselisihan antar anggota keluarga seperti ayah dengan ibu atau adik dengan kakak ditenggarai sebagai pemicu utama yang berujung pada perceraian. Bagaimanakah mengelola konflik yang baik, bagaimana mengendalikan emosi yang tak terbendung ketika percekcokan terjadi.

Tidak ada yang menginginkan peristiwa kelabu itu terjadi pada keluarga Anda. Saat emosi memuncak dari kedua belah pihak memperkarakan sesuatu, sepertinya manusia tak lepas dari ego yang cenderung destruktif.

Dia tidak menyadari apa yang diperdebatkan direkam oleh otak si anak yang menyaksikan peristiwa itu. Akibatnya anak mengalami trauma berat yang dapat mengakibatkan anak depresi dan strees.

Mari kelola emosi dengan baik, mari kita singkirkan rasa egois yang mendominasi pikiran. Cobalah kenali permasalahan yang datang dengan bijaksana. Cari akar persoalan tanpa emosi.

Caranya, ketika Anda sadar bahwa emosi akan meletup, Anda harus cooling down dengan menganggapnya bahwa perselisihan adalah jalan terbaik menuju keharmonisan. Juga, lakukan didalam kamar jauh dari pandangan anak untuk menghindari keterlibatan anak.

Perlahan namun pasti, permasalahan yang datang dengan sendirinya menjadi bumbu kekuatan Anda dalam mengarungi lika-liku rumah tangga.

Ingatkan kepada orang yang menjadi lawan perselisihan Anda, bahwa proses ini untuk kemajuan dalam mengelola emosi yang muncul. Juga, biasakan menghadapi persoalan yang datang dengan kepala dingin. Utamakan proses dialog dari pada menggerutu menghabiskan energi. Jangan bersikap secara emosional.