You are here

Ziarah Kubur Hendaknya Tak Kaburkan Nilai Agama

Motivasi ziarah kubur sudah cenderung mengaburkan nilai-nilai agama. Bahkan cenderung bertentangan dengan norma agama. Kalau memang sudah demikian, tidak boleh dilakukan. Najril Hijar, Ketua Tanfidz Nahdhatul Ulama (NU) Kayong Utara menyatakan.

Motivasi ziarah kubur sudah cenderung mengaburkan nilai-nilai agama. Bahkan cenderung bertentangan dengan norma agama. Kalau memang sudah demikian, tidak boleh dilakukan. Najril Hijar, Ketua Tanfidz Nahdhatul Ulama (NU) Kayong Utara menyatakan.

Bertepatan Ramadan dan menjelang Idul Fitri, masyarakat biasanya berkunjung ke makam saudara atau makam-makan yang dianggap keramat. Berdasarkan ketentuan syariat Islam, tradisi ziarah kubur tidak dilarang oleh agama, bahkan dianjurkan.


Tetapi, jika pada tradisi tersebut mempunyai motivasi yang menyimpang dari norma agama, sudah menjadi kewajiban bagi umat Islam dan lembaga terkait, memberi penyuluhan meluruskan tentang pelaksanaan ziarah kubur, yang sesuai dengan norma agama.


Menurutnya, Islam tidak melarang mengembangkan budaya. Bahkan, menganjurkannya untuk menimbulkan berbagai aktivitas dan kreativitas membangun yang bersifat positif. Termasuk keperluan pengembangan pariwisata dan sebagainya.


“Jika menyimpang dari norma agama, maka itu sudah harga mati dan tidak boleh. Agama juga melarang,” kata Najril, mantan guru agama dan Kepala Sekolah SMPN Kamboja.