Bupati Kayong Utara, Hildi Hamid mengajak semua keluarga mewujudkan keluarga mandiri. Hal itu ia kemukakan, saat membuka pembekalan Teknis Advokasi dan KIE (Komunikasi Informasi dan Edukasi) di Penginapan Anugerah Sukadana, Senin (16/11).
Menurutnya, sejalan arah kebijakan Program KB Nasional yang digariskan pemerintah, mengamanatkan terwujudnya kualitas keluarga yang bercirikan kemandirian dan ketahanan keluarga. Dapat dipahami sebagai proses upaya memperkuat pemerintah, utamanya dalam pelaksanaan tugas-tugas untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.“Saya menyambut baik kegiatan ini, karena kita ketahui bersama, remaja merupakan generasi yang sangat perlu kita persiapkan kualitasnya,” jelas Hildi.
Alasannya, karena remaja harus bertanggungjawab kepada bangsa ini. Sebab maju mundurnya satu bangsa, salah satunya bagaimana kesiapan remajanya yang akan memegang estafet kepemimpinan, apakah itu memimpin keluarga, kelompok, jabatan atau Negara.
Berdasarkan pendataan keluarga BPMPDKB KKU 2008, di Kayong Utara tahun 2008, jumlah anak umur 7-15 tahun berjumlah 18.561 jiwa, dan anak umur 16-21 tahun berjumlah 13.375 jiwa dari jumlah penduduk KKU sebesar 92.370 jiwa.
Menurut Hildi jumlah yang cukup besar, remaja sangat riskan dengan permasalahan yang kompleks, seiring dengan masa transisi yang dilalui remaja itu sendiri. Misalnya masalah sexualitas, misalnya kehamilan tak diinginkan, aborsi dan lainnya. Penyakit menular sexual, HIV/AIDS, penyalahgunaan Napza dan sebagainya.
Untuk itu Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) tentang Kesehatan Reproduksi yang akan dilaksanakan ini, merupakan suatu upaya mempercepat penyampaian informasi kepada sasaran atau masyarakat.
Pembekalan tentang materi Kesehatan reproduksi dan cara mengkampanyekannya, sangat perlu dikuasai pada kesempatan ini. Berhubung KIE adalah salah satu komponen operasional yang strategis pada petugas lini lapangan dalam program KB, yang mempunyai fungsi dan peranan penting, guna meningkatkan dan memantapkan penerimaan masyarakat. Khususnya tentang kesehatan reproduksi.
“Menyikapi kondisi tersebut di atas, kita harus waspada menghadapi remaja, karena mereka perlu diarahkan dan dibekali dengan berbagai informasi yang baik dan benar serta perilaku yang salah secara lengkap,” kata Hildi.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
