Irvan seorang pengusaha pengisian pulsa handphone di Sukadana harus merugi karena menerima pembayaran menggunakan uang palsu (upal) pecahan Rp 50.000. “Saya baru sadar ketika mau setor ternyata uang Rp 50.000 itu palsu,” jelasnya yakin.
Irvan seorang pengusaha pengisian pulsa handphone di Sukadana harus merugi karena menerima pembayaran menggunakan uang palsu (upal) pecahan Rp 50.000. “Saya baru sadar ketika mau setor ternyata uang Rp 50.000 itu palsu,” jelasnya yakin.
Kejadian bermula saat, seseorang konsumen melakukan pembayaran, karyawan yang bertugas saat itu tidak curiga dan langsung menerima uang tersebut. “Karyawan saya tidak mengetahuinya, namun bagi saya ini merupakan pelajaran untuk lebih waspada lagi,” terang PNS di lingkungan Dinas Pendidikan Kayong Utara ini.
Dengan kewaspadaan menurut pria lulusan FKIP Untan ini kejadian tersebut tidak terulang kembali. Dia pun mengharapkan pihak keamanan yakni polisi segera melakukan pengecekan peredaran uang palsu yang sudah masuk ke Sukadana. “Yang ketahuan baru saya, mungkin banyak lagi di Sukadana, cuma malas mau cerita,” terangnya.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
