“TNI kini sudah berubah. Kami sekarang lebih profesional dalam bekerja. Terlebih usia kami sudah cukup matang untuk itu,” kata Kapten Suparman, LO Dandim Kayong Utara, Senin (5/10) di ruang kerjannya.
Apalagi sesuai perintah panglima saat ini, TNI melakukan pemantapan profesionalisme, dan merupakan salah satu agenda utama reformasi internal TNI. Semuanya dapat dicapai melalui kesungguhan dalam melaksanakan pendidikan dan pelatihan.
Dia mengatakan, pemantapan profesionalisme dilakukan guna memantapkan jati diri sebagai tentara profesional, yang siap mengawal dan mengamankan wilayah Indonesia. Implementasinya dilaksanakan pada penugasan sehari-hari, dengan mengoptimalkan penggunaan peralatan dan dukungan yang disediakan negara.
Seperti yang diutarakan Panglima TNI, profesionalisme tentu tidak dapat bertumpu hanya pada sikap dan jiwa patriotisme prajurit, tetapi perlu ketersediaan sarana prasarana dan peralatan yang mencukupi. Terutama alat utama sistem senjata dan peralatan yang lengkap.
Menurutnya, pada era kemajuan teknologi persenjataan saat ini, sulit untuk meraih keberhasilan tanpa peralatan yang memadai. Dengan demikian, prajurit profesional adalah, memiliki kemahiran menguasai teknik kemiliteran, termasuk mengawaki atau menggunakan dan mengoperasikan peralatan canggih dan modern.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
