You are here

Ramadan Bulan yang Kaya

Sebagai rangkaian safari Ramadan, Bupati Kayong Utara, Hildi Hamid bersama masyarakat menggelar buka puasa bersama di kediamanannya, Senin (31/8), serta menghadirkan ustadz kondang dari Kabupaten Ketapang, Uti Konsen.

Sebagai rangkaian safari Ramadan, Bupati Kayong Utara, Hildi Hamid bersama masyarakat menggelar buka puasa bersama di kediamanannya, Senin (31/8), serta menghadirkan ustadz kondang dari Kabupaten Ketapang, Uti Konsen.
Dalam untaian hikmahnya, Uti Konsen menyampaikan bahwa, setiap muslim nilainya bukan ditentukan oleh jumlah deretan waktu, melainkan berapa banyak amal prestasi yang telah dia lakukan terlebih dalam bulan puasa ini.
“Ibadah puasa akan terasa hampa dan kehilangan ruhnya, apabila tidak dimanifestasikan dalam bentuk amal aktual yang membekas di hati manusia,” katanya.
Dia mencoba mengutip sabda Rasulullah SAW, "Sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya". Dalam hadis lain beliau menerangkan, "Bukanlah orang beriman, orang yang kenyang, sementara tetangganya kelaparan".
Baginya, seorang yang sukses belum tentu berkah. Tetapi seorang yang sukses, tetapi dia juga bisa membuat berhasil orang lain, sudah pasti akan berkah. Sebagaimana yang dialami Rasulullah SAW dan para sahabat. “Beliau tidak hanya sukses untuk dirinya, tapi juga bisa membuat sukses orang lain,” katanya.
Uti mencontohkan keberhasilan umat zaman permulaan, sehingga memunculkan khairu ummah atau generasi terbaik dan diridhai Allah, karena mereka mengimplementasikan ayat-ayat Allah. Menurut Abu Abdul Rahman AS Sulami, ulama Al Quran terkemuka pada era tabi'in, para sahabat itu lebih berorientasi pada paham Al Quran, dan bukan sekadar khatam Al Quran. Mereka membaca Al Quran secara gradual, tidak melebihi 10 ayat, dan mereka baru pindah ke kelompok ayat berikut, sesudah memahami kandungan ayat, serta bagaimana implementasinya.
“Karena itu, patut kita teladani sikap Fudhail bin Iyadh, salah seorang ulama besar pada zamannya. Bila memasuki Ramadan, Fudhail selalu bekerja dengan semangat dua kali lipat dari biasanya,” katanya.
Uti Konsen berkata, orang-orang pada heran melihatnya. Ketika ditanya alasannya, tokoh sufi terkemuka ini menjawab, bukankah Rasulullah SAW melalui hadis qudsinya pernah menyampaikan bahwa, Allah akan melipatgandakan pahala kebajikan dari 10 hingga 700 kali lipat. Kecuali puasa, sebab puasa itu khusus untuk Allah.
Dan, Allah-lah yang memberikan kelipatan pahala yang lebih banyak lagi. Karenanya, lanjut Fudhail, "Tak ada alasan bagiku untuk bermalas-malasan. Inilah bulan panen pahala, aku berpuasa, aku mendapat pahala. Aku bekerja sambil tetap berpuasa, aku mendapat pahala. Kemudian hasil kerjaku itu, sebagian akan aku infakkan. Demikian aku mendapatkan keutamaan dan pahala tiga kali lipat".
Dalam pandangan Fudhail, puasa adalah suatu aktivitas ibadah yang sarat nilai religius, sekaligus sangat produktif dan kontributif.
Rangkaian buka puasa bersama dilanjutkan tarawih bersama di masjid Desa Pangkalan Buton, dan dilanjutkan dengan pemberikan bantuan sebesar Rp50 ribu setiap anak. Dimana masing-masing kecamatan memberikan 500 anak yatim yang mendapatkan sumbangan.