You are here

Perbaikan Jalan Telok Batang Tak Kunjung Selesai

Meski sudah beberapa kali masyarakat Telok Batang, Kecamatan Telok Batang meminta perbaikan ruas jalan Telok Batang, namun hingga sekarang perbaikan itu tak kunjung datang. Rabat beton pun dikerjakan setengah hati, sehingga pada umur 2–5 minggu sudah mengalami kerusakan yang sangat parah.

Meski sudah beberapa kali masyarakat Telok Batang, Kecamatan Telok Batang meminta perbaikan ruas jalan Telok Batang, namun hingga sekarang perbaikan itu tak kunjung datang. Rabat beton pun dikerjakan setengah hati, sehingga pada umur 2–5 minggu sudah mengalami kerusakan yang sangat parah.

Sepanjang jalan dari Pasar Telok Batang hingga jembatan Desa Padu, Minggu (21/3) kemarin, tidak kurang dari 10 pungutan liar (mitting) dilakukan masyarakat. Kerusakan jalan dan diperparah curah hujan tinggi dimanfaatkan masyarakat agar dapat memberikan bantuan dengan sedikit imbalan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kayong Utara, Edi Binsar Mantondang, beberapa waktu lalu mengakui bahwa ruas Jalan Telok Batang berstatus jalan provinsi, sehingga penanganannya langsung dilakukan pihak provinsi. Pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan pekerjaan umum provinsi dalam menangani permasalahan tersebut. “Kita sudah lihat jalannya dan memang kondisinya memprihatinkan, kita pun sudah berkoordinasi dengan pihak propinsi dalam penyelesaiannya,” terangnya memberikan penjelasan.

Sementara aktivis JARI Borneo Barat, Rudi Handoko, menjelaskan perbaikan jalan ini tak pernah selesai, jika tak ada pihak-pihak yang mempunyai kewenangan untuk mengkritisi PU provinsi.

“Saya lihat dewan asal pemilihan Kayong Utara hanya diam saja terhadap permasalahan ini,” terang Rudi yang lahir di Telok Batang.

Sama halnya dengan Ilham, warga Desa Padu, dirinya mengharapkan dewan turun langsung ke lapangan dan menyaksikan sendiri bagaimana kondisi jalan mereka. Apalagi intensitas hujan tinggi membuat ratusan kubangan lumpur sepanjang Jalan Telok Batang arah menuju ibu kota kabupaten.

“Wajar masyarakat kami mengenakan mitting, karena kami membantu kelancaran pengguna jalan,” jelas Ilham membenarkan perbuatanya. Dirinya berharap ada perhatian dari pemerintah, khususnya wakil-wakil rakyat guna memperjuangkan nasib mereka.