Sistem Informasi Pariwisata melalui teknologi informatika (TI) merupakan kebutuhan. Termasuk mempromosikan wisata “Bumi Bertuah” melalui pemanfaatan TI. Joko Santoso (32), seorang pengusaha asal Kabupaten Ketapang, menyatakan hal itu.
Sistem Informasi Pariwisata melalui teknologi informatika (TI) merupakan kebutuhan. Termasuk mempromosikan wisata “Bumi Bertuah” melalui pemanfaatan TI. Joko Santoso (32), seorang pengusaha asal Kabupaten Ketapang, menyatakan hal itu.
Ia mulai melirik memanfaatkan TI. Sasarannya mempromosikan wisata KKU melalui web brossing. “Kita siapkan segala informasinya, mereka yang ingin berkunjung dapat langsung berkoordinasi dengan kami,” kata alumni D3 Pariwisata Untan.
“Berkembangnnya teknologi infomasi sangat mendukung upaya pengembangan wisata daerah. Informasi yang disebarluaskan, dapat menembus batas negara dan bersifat global. Karena itu, TI sangat diperlukan,” jelasnya.
Menurutnya, di Kabupaten Ketapang misalnya, sudah menggunakan TI untuk pengembangan sektor pariwisata yang perlu dicontoh. Dampaknya dapat dilihat setelah beberapa tahun. Untuk mengantisipasi arus wisatawan, perlu adanya suatu Pusat Informasi Pariwisata dengan menyajikan suatu informasi yang terpadu, terencana dan mudah didapatkan.
Bagi Joko, pusat informasi pariwisata ini, biasanya akan memuat secara detail, kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan, sarana dan prasarana, akomodasi, jalur wisata dan sebagainya, untuk setiap obyek wisata.
Selain itu, dalam perkembanganya promosi wisata harus juga dikembangkan melalui media cetak. Seperti, leaflet, brosur, poster, majalah, surat kabar dan kalender. Juga melalui media elektronik, seperti radio, TV dan multimedia. Sehingga diharapkan dapat menyebar ke pengguna secara akurat.
“Beberapa obyek wisata yang memiliki prospek di KKU seperti, wisata lingkungan, bahari dan budaya, dapat dipromosikan melalui sistim informasi pariwisata,” katanya mengingatkan.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
