You are here

Kusta Bukan Penyaki Menakutkan

Orang akan berpikir ulang untuk mendekati penderita kusta, karena penyakit menular. Padahal kenyataannya bila di obati secara intensif selama enam bulan, penyakit itu tidak akan menular. Kepala Dinas Kesehatan Kayong Utara, Rama Sebayang, menyatakan di ruang kerjanya, Rabu (2/9).
“Sepanjang ini kita baru menemukan enam kasus penderita penyakit kusta,” jelasnya.

Orang akan berpikir ulang untuk mendekati penderita kusta, karena penyakit menular. Padahal kenyataannya bila di obati secara intensif selama enam bulan, penyakit itu tidak akan menular. Kepala Dinas Kesehatan Kayong Utara, Rama Sebayang, menyatakan di ruang kerjanya, Rabu (2/9).
“Sepanjang ini kita baru menemukan enam kasus penderita penyakit kusta,” jelasnya.
Dari enam kasus tersebut, lima diantaranya di Kecamatan Teluk Batang dan satu lagi dari Kecamatan pulau Maya Karimata.
Rama menjelaskan, diagnosa awal penyakit kusta adalah, adanya tanda-tanda bercak-bercak di sekitar dada, bila disentuh dengan benda halus penderita mati rasa.
“Penyakit kusta tidak menimbulkan kematian, tetapi menimbulkan kecacatan permanen bila tak diobati segera,” jelasnya.
Rama mengingatkan, agar penderita tidak berhenti mengkonsumsi obat yang diberikan. Banyak kasus membuktikan, obat harus diminum rutin selama enam bulan dan tidak boleh putus. Tetapi dalam perjalanannya, obat digunakan secara rutin kusta sudah tidak nampak. Namun bukan berarti obat berhenti, obat harus terus diminum hingga enam bulan kedepan.
Kusta menurut Rama merupakan penyakit lama dan sudah ada sebelum Masehi. Sehingga secara kasat mata, tidak nampak penyebarannya tetapi kenyataan di lapangan keberadaan kusta tetap ada. Terkadang ketidaktahuan masyarakat yang mengganggap hanya penyakit kulit biasa, mengakibatkan kusta meluas.
Penyebarannya hanya bisa terjadi, bila seseorang berinteraksi bersama penderita kusta dalam waktu lama, serta menggunakan perabotan rumah secara bersama-sama. Tetapi untuk yang berinteraksi sekali-kali saja, tidak akan tertular kusta. “Kusta bukan penyakit menakutkan bila diobati secara rutin dan teratur,” katanya.
Rama mengatakan, saat ini obatnya tidak dijual di apotik-apotik, dan hanya tersedia di Dinas Kesehatan. Obat kusta berbentuk pil yang dikemas dan digunakan penderitanya selama enam bulan terus menerus.
Guna mencegah penyebaran kusta, Rama menyarankan masyarakat menjaga lingkungan sekitar, mereka terutama lingkungan sekitar tempat tinggal. “Bakteri penyebab kusta dapat bertahan di daerah lembab selama lima jam,” terangnya menjelaskan. Satu hal yang terbaik adalah mendapatkan sinar matahari yang cukup.
Apalagi bakteri penyebab kusta dapat mati terkena sinar matahari secara langsung. Menjaga kebersihan lingkungan merupakan kunci utama terhindar dari bakteri penyebab kusta.