You are here

Kembalikan Predikat Lumbung Padi Kalbar

Bupati Kayong Utara, Hildi Hamid berupaya bersama perangkat yang ada, ingin mengembalikan predikat Sukadana sebagai lumbung padi. Hal itu dikatakannya karena dulunya Sukadana merupakan lumbung padi Kalbar.

“Kami berencana menghidupkan kembali imej Kabupaten Kayong Utara sebagai sebagai daerah lumbung padi,” ujar Hildi.

Beberapa tahun belakangan, predikat itu hilang seiring banyaknya masyarakat meninggalkan profesinya menanam padi. Mereka lebih memilih masuk hutan dan menebang, karena hasilnya cukup menjanjikan.

Rencana kembalikan Sukadana sebagai lumbung padi, akan dimulai dengan melirik daerah irigasi Begansi, Sukadana. Di kawasan yang memiliki dua ribu hektar persawahan tersebut, pemerintah akan melakukan kegiatan penanganan pascapanen.

Wacana tersebut disambut baik masyarakat di sana. Apalagi selama ini masyarakat pertanian tidak diperhatikan pemerintah, sehingga petani sangat tergantung dengan pihak lain yang terkadang begitu memberatkan para petani. Tak heran jika kemudian para petani hanya mendapat hasil sedikit dari padi yang mereka panen. Sedangkan pihak lain yang menggunakan mereka, mendapatkan manfaat lebih besar.

Fasilitas-fasilitas yang dimaksud Hildi antara lain, penggilingan padi dengan teknologi modern. Untuk teknologi yang satu ini, Hildi melihat bagaimana masyarakat menggunakan teknologi yang belum mampu, memisahkan antara kepala beras dengan beras itu sendiri. Akibatnya, kualitas dari beras-beras yang akan dipasarkan tak begitu menjanjikan.

Padahal, selama ini beras dari Begansi, serta Seponti di Kecamatan Seponti Jaya, dipasarkan hingga ke Kota Pontianak. Namun karena kualitas serta tampilan beras yang tak menarik, harga beras tak dapat ditawarkan secara maksimal.

“Kita akan datangkan mesin untuk membantu teknologi para petani, sehingga wilayah daerah irigasi ini akan menjadi daerah percontohan,” jelasnya.

Mereka telah memiliki mesin yang mampu memisahkan antara kepala beras dengan beras. Sehingga beras yang dihasilkan nantinya tampak mengkilat dan berkualitas. Pemerintah bahkan akan membantu para petani dengan menyediakan koperasi, melalui Koperasi Pegawai Negeri.