You are here

Kader PKK Wajib Tingkatkan Mutu Keluarga

“Kegiatan Kesatuan Gerak PKK-KB-Kesehatan merupakan suatu rangkaian kegiatan keterpaduan,” kata Ketua PKK Kabupaten Kayong Utara, Diah Permata Hildi dalam rangka menyambut Hari Kesatuan Gerakan PKK pada 27 Desember 2009.

Menurutnya, guna meningkatkan efisiensi serta kesinambungan pelaksanaan program, upaya yang dilakukan dalam bentuk intensifikasi lintas sektoral di bidang Pemberdayaan Keluarga, KB dan Kesehatan harus tetap berjalan.

Banyak hal telah dicapai PKK Kayong Utara, namun masih memerlukan upaya kongkrit, dalam memberikan kontribusi nyata terhadap cakupan pelayanan KB dan Kesehatan, yang dilakukan melalui kelompok Dasawisma, Posyandu, Pos Pembantu KB Desa (PPKBD), Pos Kesehatan Desa (Poskesdes), Puskesmas dan lainnya.

Hal itu terutama pelayanan pada daerah terpencil, tertinggal, khususnya masyarakat atau keluarga prasejahtera dan keluarga sejahtera, sebagai sasaran utama.

Diah mengatakan, dewasa ini terlihat kondisi keluarga yang ada, masih belum sepenuhnya kondusif bagi pembangunan SDM. “Kita masih melihat potret buram keluarga yang sudah menggejala di Bumi Pertiwi ini, yang selayaknya ditinggalkan,” katanya.

Yaitu, kekerasan fisik dan non fisik sesama anggota keluarga. Seperti, tindakan pemukulan, penghinaan, pelecehan seksual, bahkan pembunuhan.

Pesatnya perkembangan teknologi informasi dalam era globalisasi, secara langsung maupun tak langsung, berdampak terhadap kehidupan dan ketahanan keluarga. Belakangan ini banyak diberitakan kasus-kasus tindak kekerasan terhadap anak, penjualan dan perdagangan anak.

Hal tersebut menimbulkan kesan, seolah-olah keluarga bukan lagi tempat perlindungan aman dan nyaman bagi anak.

Disisi lain, pengetahuan pemahaman orang tua dalam membangun keluarga yang baik, umumnya masih terbatas. Demikian juga dengan kesadaran orang tua, meningkatkan fungsi dan peran keluaga umumnya masih rendah.

Diah mencontohkan, keterampilan mengasuh anak acap kali dipandang sebagai hal sepele, serta penilaian bahwa semua orang secara otomatis akan memilikinya sehingga tidak perlu dipelajari.

“Cara mengasuh anak, sesungguhnya merupakan hal penting untuk difahami, karena dapat mempengaruhi terbentuknya kepribadian seorang anak dimasa mendatang,” katanya mengingatkan

Diah melihat lemahnya ketahanan dan kualitas keluarga. Keluarga acap kali menghadapi berbagai kendala dan ketidakberdayaan dalam mengambil keputusan terbaik, untuk anggota keluarganya. Antara lain disebabkan keterbatasan pengetahuan, keterampilan dan sumber daya menciptakan lingkungan memadai bagi pertumbuhan dan pembangunan ketahanan keluarga.

Diah Permata mengajak kader-kader PKK pada lini lapangan, dalam rangka untuk mengantisipasi permasalahn untuk serius dan selektif, memperhatikan pada peningkatan mutu keluarga.