You are here

DBD Hantui Kayong Utara

Tim penggerak PKK bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Kayong Utara (KKU) ambil langkah cepat. Mereka melakukan fogging ke rumah warga. Apalagi wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) sudah memberi ancaman berarti di KKU.

Koordinator Pemberantasan dan Pencegahan Penyakit Menular (P2PL) Dinas Kesehatan KKU, Syarif Nazarudin mengatakan, fogingisasi merupakan upaya membunuh atau memberantas nyamuk-nyamuk dewasa. Tetapi, pemberantasan tidak hanya fogingisasi saja, tetapi turut membagikan bubuk abate ke rumah warga.

“Bersama PKK kami membagikan bubuk abate sebagai langkah awal memutuskan mata rantai perkembanganbiakan nyamuk,” jelasnya.

Pelaksanaan fogging tidak hanya di satu wilayah, tetapi jika di daerah lain. Bila ada gejala menunjukkan demam berdarah, pihaknya langsung terjun ke lapangan dengan membaginya dalam 2 (dua) siklus. Siklus pertama, fogingisasi (pengasapan) dan pemberian bubuk abate. Siklus kedua, fogingisasi yang dilanjutkan dengan kegiatan pembersihan lingkungan melalui 3 M.

“Saat ini, dari 13 kasus demam berdarah sudah ditemukan. Ada tujuh orang dinyatakan positif terserang wabah penyakit ini, dan lima orang lainnya dinyatakan Suspek atau masih dalam status tersangka,” katanya menjelaskan.

Dari data yang didapat, Kecamatan Teluk Batang termasuk wilayah dengan kasus penyakit demam berdarah terbanyak. Diantaranya, tiga orang telah dinyatakan positif terkena wabah DBD. Satu orang dinyatakan suspek. Dua orang lainnya masih dalam pemeriksaan di Puskesmas Kecamatan Teluk Batang.

Melihat banyaknya penderita penyakit ini, Nazarudin mengimbau warga, selalu membudayakan hidup bersih. Karena, penyakit demam berdarah yang disebabkan oleh jenis nyamuk sangat membahayakan, bahkan bisa merenggut nyawa jika tidak ditanggulangi dengan cepat.

Ia berharap, Pemda dapat membantu menganggarkan tambahan alat fogging. Karena peralatan yang saat ini digunakan masih belum mencukupi, mengingat banyaknya rumah dan tempat-tempat yang mesti difogingisasi.