Dalam rangkan mewujudkan program kesehatan gratis, pemerintah membangikan susu untuk bayi dibawah garis merah (DGM).”Susu dibagikan guna menambah asupan gizi bayi, khususnya di daerah kepulauan, seperti Kecamatan Pulau Maya Karimata,” kata Wayan, petugas Puskesmas Tanjung Satai, Kecamatan Pulau Maya karimata.
Bayi dibawah garis merah adalah, bayi yang mengalami kekurangan gizi sehingga kesehatannya terganggu, dan secepat mungkin membutuhkan asupan gizi cukup. Wayan mengharapkan, pemberian susu dapat meringankan beban orang tua dalam memenuhi kebutuhan gizi mereka.“Tidak saja bayi yang tergolong DGM mendapatkan susu, semua orang tua yang memiliki balita mendapatkan susu,” kata Wayan. Untuk Pulau Maya mendapatkan 42 doze yang isinya mencapai 20 kotak susu.
Koordinator kecamatan pendamping desa Pulau Maya Karimata, Ichwany mengatakan, pembagian susu merupakan satu bagian dari sekian bagian, dalam mewujudkan kesehatan gratis di Kayong Utara.
Pemerintah kabupaten melalui dana Anggaran Pendapatan belanja Negara (APBD) mengalokasikan susu. “Kita berharap keseriusan pemerintah membangun kesehatan gratis berjalan sesuai harapan,” kata Wany.
Dia pun meminta kepada masyarakat, agar tidak segan-segan melaporkan kepada pemerintah, bila di lapangan terjadi pelanggaran mengenai kesehatan gratis.
Wany mengatakan, pemerintah bekerja sama langsung dengan perusahaan susu ternama dalam pengadaannya. Sehingga terjamin keberadaan susu tersebut mulai dari perusahaan hingga ke tangan si penerima.
Sementara itu, salah seorang warga Tanjung Satai, Rumlah mengatakan bahagia sekali mendapatkan bantuan susu buat anaknya yang baru berumur 3 tahun. “Paling tidak selama susu ini ada, gizi anak saya sedikit terbantu,” kata ibu muda ini.
Apalagi dari pemeriksaan medis, anaknya termasuk dalam DGM, sehingga perlu penanganan cepat dalam pemenuhan gizi anak.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
