“ Pulau itu, menurut cerita orang tua dulu merupakan bekas tempat bersandar kapal-kapal Hindia Belanda,”kata Usman.
Bukti sisa sejarahnya juga masih bertebaran di sekitar laut dan tepian pantai. Termasuk di Pulau Datok.
Di antaranaya ada batu pemecah gelombang dengan tinggi satu meter dan panjangnnya mencapai dua ratus meteran, sehingga gelombang di tepi pulau tidak besar.
Menurut dia, pihaknya ada upaya mempercepat pembangunan pelabuhan itu karena karena kondisi Pelabuhan Sukadana saat ini sangat dangkal.
“ Jangankan untuk kapal bongkar muat barang atau ikan, bongkar muat penumpang speet boat terkendala air surut, sehingga kapal tidak bisa pindah ke pantai Pulau Datok,” kata Usman.
Ketika ditanya kisaran dana pembangunan pelabuhan tersebut, Usman belum bisa menjawab rinciannya. Karena pembangunannya masih berlanjut dan memakan waktu tiga tahun dengan melibatkan investor, kata Usman.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
