You are here

652 Siswa KKU Siap hadapi UAN

Sebanyak 652 siswa SMA di Kayong Utara, yang mengikuti Ujian Nasional (UN), pada hari ini, Senin (22/3), diharapkan mampu mendapatkan hasil maksimal.

Sebanyak 652 siswa SMA di Kayong Utara, yang mengikuti Ujian Nasional (UN), pada hari ini, Senin (22/3), diharapkan mampu mendapatkan hasil maksimal.

“Usaha maksimal sudah kita lakukan dengan try out, sekarang waktunya siswa memberikan yang terbaik buat dirinya,” jelas Kepala Dinas Pendidikan Kayong Utara, Hilaria Yusnani.

Dari 652 siswa yang mengikuti UAN, sebagian besar berasal dari Sekolah menengah Atas (SMA) berjumlah 558, Madrasah Aliyah sebanyak 26, dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) berjumlah 68 siswa.

Pihak dinas sendiri mengharapkan dorongan orang tua untuk memberikan motivasi kepada anak-anak mereka, bahwa UAN bukan hal yang harus ditakuti, tetapi lebih mengukur sejauh mana kemampuan siswa dalam menyerap pelajaran selama duduk di bangku sekolah.

Katnya, dengan standar 5,5 dan setiap nilai rata-rata pelajaran minimal nilai 4, sudah sewajarnya semua siswa yang disokong guru dan orang tua memberikan semangat pada anak-anak menyelesaikan soal dengan baik dan mendapatkan hasil maksimal.

“Kami menyarankan anak kami agar ikut tambahan belajar di sekolah agar siap hadapi UN,” jelas Iskandar, orang tua siswa di Telok Melano. Karena pada tahun sebelumnya SMA Telok Melano mencatat hasil buruk dalam rata-rata kelulusan siswanya. Belajar dari pengalaman itulah, Iskandar mempersiapkan anaknya sedini mungkin guna menghadapi UN.

Harapan Iskandar, anaknya lulus UN dan mampu meneruskan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, serta menjadi yang terbaik.

Harapan besar juga disampaikan Ade maulana, Staff Pengajar Lead Education,  yang memberikan tambahan pelajaran kepada siswa secara gratis. Baginya tambahan pelajaran membuka peluang seluas-luasnya memahami dan menyelesaikan soal UN dengan benar.

“Saya berharap adik-adik kami mampu menyelesaikan dengan benar, dan dapat memenuhi target tinggi nilai yang dipatok pemerintah,” terangnya memberikan harapan. Bagi Ade tidak ada yang sulit bila dikerjakan dengan senang hati, tidak menganggap UN sebagai beban, serta persiapan matang sejak dini.