Kota Putussibau dan Kedamin sekitarnya mulai dikepung banjir sejak tiga tiga hari diguyur hujan. Beberapa lokasi langganan banjir seperti Jalan Doom, M. Yasin, dan Pasar Inpres mulai tergenang banjir. Bahkan sempat Minggu (6/11) pagi banjir sudah mulai masuk ke rumah warga dengan ketinggian air se lutut orang dewasa.
“Air mulai naik sejak subuh. Sampai siang pun air masih tinggi. Mungkin akan naik lagi jika terus hujan,” kata Herdi, warga Jalan Kenanga.
Ia pun terkejut air cepat naik pada pagi hari. Padahal malam nya hari sebelumnya hanya baru sampai mata kaki saja. “Tanaman cabe saya angkut. Motor tidak dapat dikeluarkan karena banjir mulai naik,” ungkapnya.
Tampak warga di jalan Dogom tepatnya dekat TK Dogom, warga terpaksa menggunakan sampan sebagai alat transportasi. Wilayah itu memang merupakan kawasan dataran rendah yang mudah sekali terjadi nya banjir.
Air mulai pasang sejak Sabtu malam (5/11). Daerah tinggi seperti jalan Kom Yos Soedarso dan wilayah di depan Kantor Kelurahan Putussibau Kota pun sudah mulai dikepung banjir hingga mata kaki orang dewasa.
Akibatnya, sejumlah jalan turunan dari jalan besar tersebut berimbas terkena banjir. Termasuk juga Kantor Gapensi, dan Ruko Pemkab yang dihuni sejumlah instansi pemerintah seperti UPJJ Wilayah II dan instansi swasta KOMPAK Pariwisata tidak luput tergenang banjir.
Kekhawatiran banjir besar seperti tahun lalu, mulai membayangi warga Kota Putussibau dan Kedamin. Penyebabnya, luapan air sungai Kapuas, mengakibatkan debit air kian meningkat.
Dari Jalan M. Yasin hingga mendekati mini market “Anda” sampai Jalan Dogom banjir hingga melebihi pangkal orang dewasa. Warga sekitar, Elis Julistin mengaku, air sudah mulai perlahan-lahan naik. “Motor saya terpaksa ditaruh di depan rumah makan, Jalan. KS. Tubun, Sabtu malam agar aman dari banjir,” katanya.
Sementara itu, akibat banjir mulai mengepung kota Putussibau, warga yang ingin merayakan salat Idul Adha terpaksa mengurungkan niat lantaran terperangkap banjir. “Tidak bisa salat Idul Adha, karena tidak bisa keluar, banjir daerah sini,” tambah Herdi.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
