SKPD mencoba mensinkronisasi melalui forum SKPD, usulan demi usulan yang tertuang di dalam hasil musrembang kecamatan dijadikan barometer, apa yang menjadi keinginan masyarakat yang berada di kecamatan, sehingga roda pembangunan dapat merata dan dinikmati masyarakat seluruh kecamatan. Acara ini digelar di aula kantor Bappeda, Senin (8/3) kemarin.
SKPD mencoba mensinkronisasi melalui forum SKPD, usulan demi usulan yang tertuang di dalam hasil musrembang kecamatan dijadikan barometer, apa yang menjadi keinginan masyarakat yang berada di kecamatan, sehingga roda pembangunan dapat merata dan dinikmati masyarakat seluruh kecamatan. Acara ini digelar di aula kantor Bappeda, Senin (8/3) kemarin.
Kegiatan ini membahas apa yang menjadi keinginan pembangunan di setiap kecamatan itu nantinya, dan akan disinkronisasikan dengan SKPD kabupaten. Mengingat seluruh anggota legislatif maupun camat belum memiliki draft APBD 2010.
“Mengingat kita belum memegang draft APBD 2010, kita tidak bisa melakukan pembahasan ini. Hal ini bertentangan apa yang nantinya menjadi keinginan masyarakat di kecamatan ternyata di dalam APBD itu malah tidak ada. Maka dari itu, kita berharap kepada pihak penyelenggara kegiatan untuk dapat mempersiapkan draft apa yang menjadi kunci utama,” ujar komisi B DPRD Kapuas Hulu, Baco Maiwa.
Hal senada pun disampaikan sejumlah camat yang hadir. Mereka setuju sebab hasil musrembang kecamatan telah didengar dan dicatat oleh anggota legislatif, dan hasil musrembang itu nantinya dapat direkomendasikan untuk menjadi tahap pembangunan apa yang diinginkan pihak kecamatan, sehingga tepat sasaran.
Sekda Kapuas Hulu, Abdullah Usman mengatakan usulan dari hasil musrembang ini berasal dari kecamatan, karena telah direspon oleh anggota legislatif yang telah turun.
“Kita hanya mencoba mensinkronisasi apa yang menjadi usulan dari kecamatan dengan SKPD kabupaten. Tapi di dalam usulan SKPD kabupaten pun memiliki usulan program. Dan disinilah melalui forum ini dapat mensinkronisasi,” ujar Abdullah.
Ketua DPRD Kapuas Hulu, Agus Mulyana, meminta kepada seluruh kecamatan untuk kembali melakukan konsultasi dengan anggota legislatif yang merupakan daerah pemilihannya. Sehingga program pembangunan pun dapat mengenai tepat sasaran.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
