“Pembangunan komplek Kantor Bupati Kapuas Hulu di daerah Pala Pulau masih terkendala permasalahan pembebasan tanah,” kata Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Kapuas Hulu, Makarius, belum lama ini.
Makarius memperkirakan kebutuhan dana pembangunan secara keseluruhan ditaksir mencapai Rp 125 miliar. Meski demikian, dirinya meyakini bahwa akan ada pengurangan biaya dari pembangunan tersebut.
“Kami masih melihat mana yang harus dikurangi lagi, diusahakan itu berkurang,” ujarnya.
Sedangkan masa penyelesaian proses pembangunan tersebut hingga kini masih dalam tahap pembahasan. Direncanakan pembangunan tersebut akan berlangsung dalam jangka waktu 3 hingga 5 tahun dan tergantung dari masa jabatan kepala daerah.
Surat Keputusan (SK) Bupati tentang rencana pembangunan kompleks kantor bupati tetap akan dilakukan proses tender terlebih dahulu. Lahan yang akan dibangun pernah dibebaskan pada tahun 2006 oleh Bagian Pertanahan.
Kata Makarius, pihaknya terus melakukan konsultasi dengan ahli perancang pembangunan kantor bupati. Kelebihan lokasi kompleks kantor Bupati baru itu terletak pada luas areanya. “Kemudian di sana akan ada kompleks beberapa kantor yang akan digabung. Seperti pelayanan terpadu. Berbeda dengan sekarang yang masih terpisah-pisah,” terangnya.
Dirinya menjamin, konstruksi tanah memiliki kekuatan yang baik sebagai tempat lokasi pembangunan Kantor Bupati Kapuas Hulu. Tapi ternyata dibalik akan dibangunnya kantor bupati yang baru itu, ternyata Bupati mengeluh karena jauhnya jarak kantor dengan badan jalan raya. “Pembangunan jalan masuk tergantung tanah dibagian depan, mudah-mudahan dapat dibebaskan,” katanya.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
