You are here

Normalisasi Parit, Pemkot Gusur PKL

Pemerintah Kota (Pemkot) melakukan penggusuran puluhan lapak pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Imam Bonjol, depan Hotel Merpati. Tujuannya untuk normalisasi parit di kawasan tersebut.

Hal ini dikatakan Camat Pontianak Tenggara, Ahmad Priyono saat menyaksikan pembongkaran lapak PKL, Senin (14/3) pukul 10.00. Selain normalisasi parit, pembongkaran ini juga bertujuan menata Kota Pontianak jadi lebih baik dan indah.

Kegiatan penggusuran berlangsung aman dan terkendali karena sebelumnya PKL sudah mendapatkan surat peringatan (SP) 3 dari Pemkot untuk melakukan pembongkaran sendiri.

Ahmad Priyono mengatakan awal Februari lalu Pemkot sudah mengundang PKL dan memberikan SP sebanyak tiga kali untuk membahas rencana pembongkaran ini.

“ Kita sudah memberikan satu bulan untuk melakukan pembongkaran sendiri sehingga masyarakat sadar dan penggusuran berlangsung aman,” kata Ahmad Priyono.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Pontianak, Syarif Saleh mengatakan Satpol PP sangat apresiasi kepada PKL, karena mereka menjalankan perintah dari Pemkot dan mau membongkar sendiri atas kesadarannya.

“ Kami sangat berterima kasih kepada warga disini karena membongkar sendiri dan mengikuti arahan kita,”  kata Syarif Saleh.

Sementara itu, ketika ditanya koordinator PKL Jalan Imam Bonjol, Ruslan mengatakan sudah mengetahui adanya rencana dari penggusuran melalui SP 1,2, dan 3 sehingga PKL sadar untuk melakukan sendiri pembongkaran.

Lebih lanjut, pria yang sudah berdagang sejak 2003 meminta pemerintah untuk memperhatikan nasib mereka yang sudah lama terlanjur mencari penghasilan disini dan berjanji tidak akan menuntut dan melakukan keributan.

“ Kalau pemerintah membiarkan, saya anggap dosa. Kita tidak menuntut hanya minta perhatiannya saja” kata Ruslan.

Hal senada dikatakan Akiang, pemilik warung makanan mengatakan sudah membongkar bagian depan tetapi tidak mengetahui bagian depan masih terkena lagi.

“ Kita sudah mundur tapi tidak tahu ternyata masih kena gusur” tambahnya.