You are here

lim-KH Galang Solidaritas Atika

Pusat Aliansi Media Kapuas Hulu (Alim-KH) akan menggalang aksi solidaritas kemanusiaan dan hukum untuk peduli Atika atau kerap disapa Tika, pada Kamis (11/3) mendatang.

Pusat Aliansi Media Kapuas Hulu (Alim-KH) akan menggalang aksi solidaritas kemanusiaan dan hukum untuk peduli Atika atau kerap disapa Tika, pada Kamis (11/3) mendatang.

Tika merupakan pelajar kelas empat di sekolah dasar yang terbaring di RSUD dr Achmad Diponegoro, Putussibau. Ia diduga telah menjadi korban tindakan mal praktek yang dilakukan oleh dokter bedah RSUD dr Achmad Diponegoro berinisial Tj.

“Kita prihatin atas apa yang dialami Tika ini. Sebab, kaki Tika sebelah kiri itu telah menjadi korban mal praktek oleh dokter bedah di rumah sakit tersebut. Tidak tanggung-tanggung, kaki kirinya telah masuk ke meja operasi sebanyak sembilan kali. Ironisnya, kondisi kaki yang dialami Tika itu tidak kunjung sembuh. Akibatnya, jempol kaki Tika pun terpaksa diamputasi,” ungkap Sekretaris Alim-KH, Ishak Buntarman, didampingi Ketua ALIM KH, Lukmanul Hakim saat ditemui di Sekretariat ALIM KH, Kecamatan Putussibau Utara, Minggu (7/3) kemarin.

Ishak menambahkan, Tika mendapatkan perawatan di RSUD dr Achmad Diponegoro sejak enam bulan yang lalu. Terhitung dari September 2009 hingga kini. Tika terbaring di ruang VIP Flamboyan Nomor 6 RSUD dr Achmad Diponegoro, Putussibau.

“Bahkan dari pengakuan keluarga korban, Tika dijanjikan akan sembuh. Namun sudah enam bulan berlangsung, kondisi kaki Tika tetap tidak ada mengalami kemajuan. Bahkan pernah dibawa ke rumah sakit St Antonius, Pontianak bahwa kaki Tika tidak perlu dipasang pen. Karena tulangnya masih bagus. Itulah yang menjadi dasar bahwa ini Tika menjadi korban mal praktek. Ironisnya lagi, operasi ke sembilan ini hanya untuk mengambil pen yang telah terpasang sebelumnya. Parahnya lagi, beberapa bulan yang lalu, sebelum dokter itu melaksanakan operasi mengatakan kepada keluarga korban bahwa Tika mengalami TB Tulang. Hal itu malah menambah resensi kita bahwa Tika jelas menjadi korban mal praktek,” tegas Ishak.

Tidak hanya itu, lanjut Ishak, keluarga korban pun pernah mengatakan bahwa permasalahan ini jangan sampai dilaporkan kepada pihak berwajib. Karena ini nantinya akan berurusan dengan Bupati Kapuas Hulu.

“Keluarga korban juga sempat diancam agar tidak melaporkan permasalahan ini. Yang ironisnya, yang melakukan pengancaman itu merupakan dokter bedah itu sendiri. Dokter itu mengaku bahwa dirinya diangkat oleh bupati. Jadi jika dirinya dilaporkan maka proses pelaporan ini nantinya akan melibatkan bupati,” papar Ishak.

Maka dari itu, media yang tergabung di dalam Alim KH ini akan melaksanakan aksi solidaritas sosial dan kemanusiaan serta peduli Tika. Sebab sampai saat ini baik pejabat maupun anggota legislatif belum ada yang prihatin terhadap permasalahan yang dialami Tika. Sebab, untuk menutupi kekurangan biaya dalam hal ini untuk biaya berobat, Usman yang merupakan abang kandung korban rela menjadi cleaning service di rumah sakit itu. Dia mencari nafkah untuk menutupi biaya obat sekaligus biaya hidup selama menemani Tika di rumah sakit.

“Ini merupakan perjuangan awal kita dalam memberikan perlindungan terhadap warga miskin yang dimana diperlakuan semena-mena khususnya dijadikan kelinci percobaan dalam hal medis. Dimana kita berharap permasalahan Tika ini merupakan permasalahan terakhir dan tidak menginginkan adanya kasus Tika lainnya. Dan diharapkan agar dokter bedah itu harus mempertanggung jawabkan perbuatannya. Sebab dokter itu bukan merupakan dokter spesialis khusus tulang,” terangnya seraya membuka posko bantuan di Sekretariat ALIM KH dan siap melayani 24 jam.