You are here

Kesbanglinmas Petakan 10 Kecamatan Rawan Banjir

Banjir di Kota Putussibau sekarang berangsur surut dikarenakan curah hujan di Kota Putussibau dan Hulu Sungai Kapuas tidak turun. Aktivitas masyarakat pun mulai normal kembali. Terutama para pedagang pasar pagi tradisional. Sebelumnya, dua hari lalu ketinggian air mencapai leher orang dewasa. Para pedagang pun ketika itu terpaksa berjualan barang dagangan di atas sampan.

Selasa (8/11), sinar matahari cukup menyengat kulit. Beberapa lokasi langganan banjir seperti di lokasi Jalan Dogom, M. Yasin, pasar pagi tradisional dan sekitarnya sudah tidak lagi tergenang air. Tapi seorang warga Putussibau, Bennardy mengharapkan masyarakat tidak lengah bila sewaktu-waktu air sungai kembali mengalami pasang.

“Masyarakat Putussibau dan seluruh kecamatan yang ada di Kapuas Hulu menjadi daerah langganan banjir tetap waspada dengan curah hujan yang tinggi,” kata Bennardy yang juga Kepala Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat (Kesbanglinmas), Kapuas Hulu, Senin (7/11).

Meski Kota Putussibau dan sekitarnya air banjir telah surut, tetapi di wilayah sejumlah kecamatan lain masih berpotensi terendam banjir. Kebanyakan daerah itu terletak di pesisir Sungai Kapuas.

Hasil pantauan Kesbanglinmas sendiri, saat banjir terjadi beberapa hari lalu sempat merendam arus jalan Kecamatan Kalis-Kota Putussibau selama 4 (empat) jam, tepatnya di jembatan Sungai Sampak Kecamatan Kalis.

Tidak hanya itu, kata Bennardy sejumlah daerah di dalam Kota Putussibau, termasuk sejumlah kecamatan yang ada di pesisir Sungai Kapuas, hingga saat ini masih terendam air, meskipun banjir kali ini belum terlalu besar, namun debit air di sejumlah Kecamatan pesisir tersebut masih naik.

Bennardy sebutkan terdapat 10 Kecamatan yang rawan banjir yaitu, Kecamatan Putussibau Selatan, Putussibau Utara,  Bika, Bunut Hilir,  Embaloh Hilir,  Semitau,  Selimbau,  Seberuang,  Suhaid, dan Silat Hilir.

Bennardy meminta para camat yang memimpin daerah langganan banjir segera melakukan tindakan antisipasi dini terhadap bencana alam. “Laporkan perkembangan banjir di wilayah masing-masing, dirikan Posko Terpadu Sementara, untuk tanggap darurat bencana,” kata Bennardy.

Pihak Pemkab juga saat bencana mulai mengancam, telah membangun posko pengaduan 24 jam. Masyarakat yang membutuhkan bantuan akibat bencana, bisa menghubungi Kesbanglinmas di nomor 08152266550.