Kadis Pendidikan Kapuas Hulu, Antonius mengaku daerahnya masih mengalami kekurangan tenaga guru. Tapi ia juga punya cara mengatasi persoalan itu.
Yakni dengan cara memindahkan tenaga guru di suatu sekolah yang memiliki kelebihan guru ke sekolah yang membutuhkan tenaga guru.
“Kita gunakan solusi ini untuk mengatasi sejumlah sekolah yang mengalami kekurangan guru beberapa mata pelajaran,” kata Antonius, Senin (31/10).
Ia tegaskan, cara itu sebagai kebijakan yang harus dilakukan. “Harus ada reformasi kebijakan bagi kemajuan pendidikan Kapuas Hulu dan harus didukung oleh semua pihak,” katanya.
Cara lain, pihak Pemkab akan mengusulkan lewat formasi CPNS serta memanfaatkan program Indonesia Masyarakat Peduli yaitu suatu program perekrutan tenaga pendidik dari universitas ternama dalam dan luar negeri untuk mengajar sebagai guru di Kapuas Hulu.
Apalagi sekarang daerah Kapuas Hulu menjadi salah satu kabupaten di Indonesia dan satu-satunya kabupaten di Kalbar yang mendapat prioritas memperoleh tenaga pendidik dari program “Indonesia Masyarakat Peduli.”
Program itu berasal dari ide Rektor Paramadina, Anis Baswedan, merupakan inovasi sistem pendidikan Indonesia terutama menyoroti pendidikan di tingkat kabupaten.
Antonius katakan, target tahun 2011-2012 akan ada 10 orang yang direkrut menjadi guru dari program Indonesia Masyarakat Peduli. Mereka nantinya akan ditempatkan di sekolah pedalaman dan perbatasan yang terbagi dalam beberapa zona, Utara-Selatan dan zona Kapuas-Hilir.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
