Pasalnya, dampak kelangkaan BBM membuat masyarakat Sambas resah. Seperti para sopir angkutan tidak bisa mengejar setoran lantaran tidak dapat BBM. Nelayan yang tidak bisa melaut. Yang sangat dirasakan adalah kenaikan harga bahan pokok.Parahnya lagi, situasi itu dijadikan kesempatan para pengecer BBM untuk mengambil untung dengan menjual harga BBM dengan harga berlipat.
“ Jika situasi ini dibiarkan terus, khawatir akan membuar warga kian resah,” kata Usa Maliki.
Berangkat dari itu, ia menyarankan Bupati selaku pemimpin kepala daerah segera menggelar pertemuan lintas instansi membahas bersama mencari solusi terbaik mengatasi kelangkaan BBM.
Dari hasil rapat itu selanjutnya dikoordinasikan dengan DPRD Sambas dan akan dibuatkan surat keputusan bersama tentang harga eceran tertinggi di setiap kecamatan seperti memberlakukan harga eceran BBM dibawah harga Rp 10 ribu/liter.
Sementara pengawasannya tentu harus melibatkan Satpol PP dan kepolisian dan masyarakat, mulai dari harga ecerean yang ditetapkan. Dan dibuatkan sanksi tegas jika ada pengecer menjual BBM melebihi harga yang ditentukan.
“ Kebijakan itu dibuat dengan harapan tidak terjadi lagi antrean BBM di SPBU,” kata Usa Maliki.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
