You are here

Bupati: Jumlah Penduduk Kapuas Hulu Tak Sebanding Petugas KB

Kabupaten Kapuas Hulu, berdasarkan data sensus 2010, merupakan kabupaten yang kepadatan penduduknya terendah di seantero Provinsi Kalbar. Jumlahnya mencapai 235. 431 jiwa dengan luas wilayah mencapai 29, 842 km2. Artinya, kepadatan penduduknya per km2 adalah 7, 89. Dimana setiap 1 km2 terdapat sekitar 8 jiwa penduduk.

Bupati Kabupaten Kapuas Hulu, AM. Nasir mengatakan, jumlah penduduk Kapuas Hulu ternyata tidak diimbangi dengan jumlah personil petugas lapangan KB yang masih sangat terbatas. Hal itu semakin diperparah dengan keterbatasan sarana dan prasarana pelayanan KB di tingkat lini lapangan sehingga berpotensi menyebabkan tingginya angka unmet need di Kabupaten Kapuas Hulu. “Tahun 2010, unmet-need sebesar 7%,” kata Nasir.

Hal itu, dikatakan Nasir tentu perlu menjadi perhatian utama dari Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu, karena kelompok tersebut berpotensi menyebabkan tingginya angka kehamilan yang tidak diinginkan dan akhirnya dapat membawa dampak pada terjadinya aborsi yang berujung terjadinya kematian ibu. Karena kehamilan maupun persalinan.

“Rupanya masyarakat Kapuas Hulu menggunakan alat kontrasepsi yang didominasi oleh alat kontrasepsi hormonal yang bila tidak ditangani dengan baik memungkinkan tingkat drof-out yang tinggi,” ujarnya.

Penyebab lainnya, sambung dia, karena masih rendahnya partisipasi kaum pria dalam ber-KB. Sehingga menjadi penyebab angka kelahiran total di Kabupaten Kapuas Hulu menjadi sulit diturunkan.    

Oleh karena itu, Nasir mengajak pihak terkait untuk merumuskan serta menentukan solusi dan strategi yang tepat terhadap upaya pengelolaan program KB dengan tingkat pelayanan yang berkualitas. Baik mulai dari tingkat kecamatan, kelurahan maupun desa.

Laju pertumbuhan penduduk di Kapuas Hulu, diakui Nasir memang berangsung cepat. Oleh karena itu, kata dia, perlu ada perubahan pelayanan di tingkat lini lapangan setelah desentralisasi. Kualitas pelayanan KB dan kesehatan reproduksi yang rendah, terutama bagi masyarakat miskin, penduduk yang tinggal di perbatasan dan wilayah terpencil yang berada di pinggiran aliran sungai hulu-hilir Kapuas Hulu.