You are here

BKKBN Targetkan MKJP 5 Persen

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kapuas Hulu, Martha Banang mengatakan, akhir tahun 2011 ini, pihaknya menargetkan terjadi peningkatan sebesar 5 % penggunaan MKJP di Kapuas Hulu. “Target yang ingin dicapai pada tahun 2011 ini sebanyak 7.000 lebih, atau sebanyak 5%,” kata Martha Banang.

Pencapaian target itu, ditujukan pada Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) terdiri dari Medis Operasi Pria, dan Medis Operasi Wanita. Kapuas Hulu sendiri sudah banyak yang menggunakannya hingga ribuan pasien. Hingga memasuki Mei ini, Kecamatan Mentebah terdata 40 pasien pengguna MKJP, dan di Kecamatan Hulu Kapuas 23 pasien.

Pencapaian target itu, BKKBN Kapuas Hulu bekerja sama dengan berbagai instansi seperti TNI, Bhayangkara dan PKK. “Semua alat kontrasepsi secara gratis, termasuk MKJP. Biaya subsidi dari pemerintah 1 pasien mendapat Rp 800 ribu,” kata Martha.  

Karena memiliki misi tinggi terhadap kesehatan reproduksi, Kapuas Hulu telah mendapatkan berbagai apresiasi di bidang Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana tingkat provinsi kurun waktu 2010- 2011.

Misalnya, tahun 2010 beberapa penghargaan diraih oleh Kapuas Hulu, seperti mewakili Kalbar tingkat nasional. Lewat juara I desa P2W-KSS dari Desa Ulak Pauk, Juara I Kecamatan Sayang Ibu diraih Kecamatan Putussibau Selatan, dan Juara I Metode Kontrasepsi KB tingkat provinsi.

Untuk persoalan Keluarga Berencana diakui Martha, penduduk Kapuas Hulu masih menggunakan kontrasepsi pil dan suntikan. Beragam cara kontrasepsi seperti kurang aman bagi pengguna, katanya.