Yulia Tymoshenko, yang kalah dalam pemilihan presiden Ukraina Ahad, "tidak akan" menerima keabsahan pemenang Viktor Yanukovich sebagai presiden negara itu, katanya seperti dikutip oleh sebuah surat kabar Ukraina Selasa, (9/2).
"Saya tidak akan mengakui keabsahan kemenangan Yanukovich pada pemilihan itu," tegas Tymoshenko, yang sekarang ini perdana menteri Ukraina, pada pertemuan partainya Senin malam, seperti dikutip oleh situs Internet surat kabar Ukrainska Pravda.
Tymoshenko telah memerintahkan para pengacaranya bersiap untuk menggugat hasil pemilihan itu di pengadilan, lapor situs tersebut. Ia juga mengusulkan diselenggarakannya putaran ketiga pemilihan, tambahnya.
Sementara itu partai Tymosnhenko di parlemen menyatakan Selasa, ada kecurangan meluas dalam pemilihan Ahad, yang dimenangkan oleh Viktor Yanukovich, dan mereka akan melakukan tindakan hukum untuk membela hak mereka atas pemilihan yang adil.
"Hari pemilihan telah memamerkan pelanggaran sinis atas undang-undang Ukraina oleh tim Yanukovich, tekanan terhadap pemilih dan segudang luas pemalsuan oleh partai Regions," kata wakil blok Tymoshenko, Serhiy Sobolev, pada parlemen.
Para pejabat Tymoshenko tidak dapat dicapai dengan segera untuk dimintai komentar mengenai laporan itu.
Tymoshenko menunda konferensi pers yang telah ia jadwalkan untuk diadakan pada Senin hingga Selasa.
Ukrainska Pravda melaporkan bahwa beberapa anggota partai Tymoshenko tidak setuju dengannya, malah meminta padanya untuk mengakui kekalahan, mundur sebagai perdana menteri dan pindah ke oposisi.
Yanukovich, yang memperoleh kemenangan dalam pemilihan dengan margin tipis 2,9 persen dengan hampir semua suara telah dihitung, telah minta pada Tymoshenko untuk mengakui kekalahan.
Para pengamat Barat menyatakan pemilihan itu secara luas bebas dan adil serta sesuai dengan standar demokrasi.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
