You are here

Larijani Ingatkan Obama Soal Kebijakan Hillary

Ketua Parlemen Iran, Ali Larijani, Senin (22/2), memperingatkan Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengenai dampak kebijakan Menteri Luar Negeri Hillary Clinton.

Ketua Parlemen Iran, Ali Larijani, Senin (22/2), memperingatkan Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengenai dampak kebijakan Menteri Luar Negeri Hillary Clinton.

Kebijakan-kebijakan Menlu Hillary itu dapat merusak kepentingan nasional AS sendiri, kata Larijani.

Pernyataan Larijanji itu disampaikan untuk menanggapi pidato-pidato Menlu Hillary yang bernada keras terhadap Iran saat berkunjung ke Arab Saudi dan Qatar baru-baru ini.

Para pembantu Menlu Hillary mengatakan kunjungannya ke negara-negara Teluk itu untuk menggalang dukungan agar lebih menekan Teheran.

Larijani dalam pidatonya di depan parlemen menyebutkan, unjuk rasa yang diikuti sejumlah besar warga Teheran pada 11 Feberuari lalu di Iran mematahkan anggapan AS dan negara-negara Barat menyangkut dukungan rakyat kepada pemerintah.

Anggota parlemen, Kazem Jalali, pada Ahad mengatakan AS ingin mempromosikan Iranfobia, dan memprovokasi negara-negara Arab agar memusuhi Iran.

Jalali, yang juga Ketua Komisi Keamanan dan Kebijakan Luar Negeri pada Majelis Nasional itu, mengatakan Hillary juga berusaha memotret Iran sebagai musuh negara-negara Arab.

Menurut dia, Hillary berkunjung ke kawasan itu dengan dalih menghadiri Forum AS-Dunia Islam, tapi sesungguhnya ia menggunakan forum itu untuk menciptakan citra negatif bagi Teheran di mata dunia Arab dan Islam.

Jalali, yang juga profesor politik pada Universitas Shahid Beheshti, Teheran, itu menyatakan bahwa tidak satupun negara Arab yakin bahwa Iran bakal mempertimbangkan tindakan militer terhadap mereka.

Negara-negara Arab menyadari fakta bahwa AS merupakan musuh utama negara-negara di kawasan tersebut, kata anggota parlemen itu kepada kantor berita Mehr.

Anggota senior parlemen itu menambahkan AS memiliki tujuan lain termasuk mengalihkan perhatian dari ancaman sesungguhnya rezim Zionis Israel terhadap kawasan itu, dan sengaja melansir adanya perlombaan senjata di kawasan itu agar mereka membeli lebih banyak lagi senjata bikinan AS.

Pembelian peralatan militer di kawasan itu bernilai ratusan miliar dolar AS dalam beberapa tahun terakhir, dan AS menginginkan menjual lebih banyak lagi senjata kepada negara-negara kaya Arab tersebut.

Ia juga mengatakan empat pejabat tinggi AS, termasuk Wakil Presiden Joe Biden, telah merencanakan akan berkunjung ke kawasan itu.