Mantan Presiden Joseph Estrada, Ahad (21/3) mengabaikan satu fatwa para pemuka Muslim yang mencap dia musuh Islam dan memperingatkan bahwa para gerilyawan ia akan "melancar perang besar-besaran " jika ia terpilih kembali sebagai presiden.
Mantan Presiden Joseph Estrada, Ahad (21/3) mengabaikan satu fatwa para pemuka Muslim yang mencap dia musuh Islam dan memperingatkan bahwa para gerilyawan ia akan "melancar perang besar-besaran " jika ia terpilih kembali sebagai presiden.
Estrada mengatakan ia yakin pengumuman agama yang dikeluarkan oleh Dewan Tertinggi Bangsamoro, satu kelompok para pakar dan tokoh Islam di wilayah selatan , tidak didukung oleh lima juta warga Muslim wilayah itu.
Ia juga memperingatkan Front Pembebasan Islam Moro (MILF) yang memiliki 12.000 anggota, yang melancarkan perlawanan berdarah sejak tahun 1978, melucuti senjata atau berisiko ditumpas militer yang berada di bawah komandonya jika ia menang dalam pemilu Mei mendatang.
"Saya adalah sahabat Islam, dan saya menghormati Islam," kata Estrada kepada AFP di Manila segera setelah ia tiba dari kampanye akhir di Mindanao , tempat sekitar 150.000 orang tewas dalam aksi perlawanan yang berlangsung lama itu.
"Akan tetapi, saya tidak akan mentolerir setiap organisasi tanpa memandang agama jika mereka melanggar undang-undang," katanya.
Ia mengatakan para pejuang MILF harus meletakkan senjata-senjata mereka jika ingin berunding soal perdamaian dengan pemerintah Estrada kelak.
"Saya menginginkan mereka melucuti senjata , dan jika mereka tidak melaksanakannya, maka saya akan melancarkan perang besar-besaran terhadap mereka lagi. Kita telah melakukan segala usaha perdamaian yang melelahkan terhadap mereka , dan itu sudah cukup, cukup," katanya.
"Bagaimanapun juga tugas presiden adalah melindungi keutuhan wilayah negara," tegasnya.
Segera setelah menang dalam pemilihan presiden dengan suara mayoritas besar tahun 1998, Estrada yang mantan aktor itu melancarkan satu serangan militer besar-besaran terhadap MILF dan mengusir gerilyawan itu dari pangkalan utama mereka di pulau Mindanao.
Dalam satu perayaan kemenangan , MILF mengatakan Estrada mengirimkan daging babi dan bir kepada para prajuritnya yang berkemah dekat sebuah masjid yang roboh.
Sementara itu MILF, Ahad menjauhkan dirinya dari Dewan yang mengeluarkan fatwa, mengatakan itu bukan sanksi dari pemimpin gerilyawan. Akan tetapi MILF sependapat Estrada adalah `yang paling memusuhi Islam dari semua presiden sebelumnya."
"Dalam waktu yang singkat , sebagai seorang presiden, Estrada telah menimbulkan kehancuran besar terhadap kaum Muslim di selatan," kata juru bicara MILf Eid Kabalu kepada AFP.
Estrada digulingkan oleh satu pemberontakan yang didukung militer tahun 2001 di tengah-tengah tuduhan korupsi.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
