You are here

Dua Ledakan di Thailand Usai Pawai Besar Anti-Pemerintah

Dua ledakan kecil menghantam Bangkok dan satu provinsi terdekatnya beberapa jam setelah puluhan ribu pemrotes anti-pemerintah menyenggarakan aksi damai di seluruh ibu kota, kata polisi Ahad (21/3).

Dua ledakan kecil menghantam Bangkok dan satu provinsi terdekatnya beberapa jam setelah puluhan ribu pemrotes anti-pemerintah menyenggarakan aksi damai di seluruh ibu kota, kata polisi Ahad (21/3).

Serangan granat ditargetkan pada kantor Komisi Pemberantasan Korupsi Nasional baru di provinsi Monthaburi, tak jauh di barat laut Bangkok, Sabtu malam, kata Mayjen Prawut Thavornsiri.

Dia mengatakan, gedung tersebut rusak namun tak ada seorangpun yang cedera.

"Bom kedua diledakkan di jalan di dekat kantor kementerian pertahanan setelah pukul 22:00 waktu setempat. Ledakan ini melukai seorang pemungut sampah. Sebuah mobil juga ditemukan di dekat kompleks itu, dan polisi sedang melakukan penyelidikan," katanya menambahkan.

Prawut mengatakan, luka pemungut sampah tersebut tidak terlalu serius. Namun belum jelas siapa yang berada di balik serangan tersebut.

Pada Sabtu pagi, kelompok yang menamakan diri `Baju Merah`, pendukung perdana menteri terguling Thaksin Shinawatra, mendukung demonstrasi mereka yang telah berlangsung selama sepekan untuk menumbangkan pemerintah, dengan melakukan konvoi besar di seluruh Bangkok, yang diikuti sekitar 65.000 orang.

Berdasarkan undang-undang keamanan keras yang diberlakukan terhadap demonstrasi, sekitar 50.000 pasukan keamanan telah disebarkan di seluruh kota dan mengepung daerah-daerah.

Perdana Menteri Abhisit Vejjajiva selama demonstrasi berlangsung disembunyikan di dalam markas militer di luar kota utara Bangkok, berdasarkan kekhawatiran di sektor keamanan.

Dia bersikap menentang tuntutan-tuntutan pemrotes untuk melakukan pemilu baru.

Para pemimpin Baju Merah Sabtu menolak perundingan yang ditawarkan oleh pemerintah, dengan mengatakan, bahwa mereka hanya akan berbicara langsung dengan Abhisit pribadi.