Ibu-ibu Doakan Kebebasan Aktivis Lingkungan
- Details
- Published on Wednesday, 09 January 2013 09:53
- Written by Borneo Tribune
Anong, aktivis lingkungan tersandung kasus hukum saat menjalankan tugasnya menjaga penyu yang sedang bertelur di Sungai Ubah, Desa Sebubus, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, pada 5 Agustus 2012 lalu sedang menunggu vonis hakim.
Di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia ini, Anong terlibat perkelahian dengan sekawanan maling telur penyu yang menyebabkan kepala salah seorang maling itu mengalami luka pukulan. Setelah diusut, sekawanan maling telur penyu ini adalah keluarga Hamdi, yang kini menjabata sebagai Badan Pembina Desa (Babinsa) Temajuk.
Kasus ini pun bergulir ke ranah hukum. Jaksa Penuntut Umum dalam sebuah persidangan di Pengadilan Negeri Sambas, menuntut Anong dengan hukuman enam bulan kurungan. Tapi banyak pihak menilai tuntutan jaksa ini adalah sebuah upaya kriminalisasi.
Reny Hidgazi, Direktur PPSW Borneo, mengatakan tuntutan jaksa itu menjadi bukti kriminalisasi terhadap aktivis lingkungan. “Kita harus melihat bahwa tugas Anong itu sangat mulia. Dia menjaga penyu agar tetap hidup di pantai Paloh. Landasan hukum pekerjaannya ada. Baik itu undang-undang konservasi maupun perikanan. Ketika ada maling, tentu dia akan mencegah. Kalau diserang, pasti bela diri. Nah, dalam kasus ini, kenapa Anong yang harus dihukum?” kata Reny di Pontianak, Selasa (8/1).
Dia pun bertekad akan menggalang dukungan ibu-ibu di seluruh Indonesia melalui jaringan PPSW agar turut serta menyokong perjuangan Anong hingga hakim menyatakan bebas dari segala tuntutan hukum. “Jaksa jangan mengira Anong itu berjuang sendiri. Ada saya dan ibu-ibu lainnya di belakang Anong,” ucapnya.
Sebagai wujud dukungan, sejumlah ibu-ibu yang tergabung dalam PPSW ini berkumpul bersama dan larut dalam doa. Mereka juga membubuhi jempol tangan dengan warna merah putih dan menyiapkan boneka raksasa penyu untuk Anong dan jaksa. “Kami tidak dapat berbuat banyak kecuali menyokong perjuangan Anong, istri, dan anaknya. Anong kami dedikasikan sebagai penjaga ibu kehidupan,” ucapnya. (Rilis)

