Zahri Abdullah dilahirkan di Jongkong Kabupaten Kapuas Hulu, tanggal 23 Oktober 1940. Pekerjaan dan jabatan yang pernah ia pegang semasa hidupnya, yakni sebagai mantan Kepala Depag Sanggau, mantan Kepala Depag Kotamdya Pontianak dan mantan Kepala Bidang Perguruan Agama Islam Kemenag Provinsi Kalbar.
Almarhum meninggalkan seorang istri bernama Hj. Su’addah, dengan dikarunia dua putra, yaitu M. Fahrurrozi dan M. Fathoni serta telah memiliki 5 orang cucu. Jabatan yang masih dipegang hingga akhir hayatnya, sebagai Penasihat Sekretariat Majelis Adat Budaya Melayu Kalbar.
“Almarhum orang yang tidak pernah mengeluh sakit. Kepergiannya begitu tenang karena mungkin tidak ingin merepotkan saya dan anak-anak mbak. Kamis malam (26/8) kemarin , bapak mengalami sesak nafas jadi kami bawa ke Rumah sakit Antonius Pontianak, dan esoknya bapak masih cukup kelihatan sehat. Apalagi sebelumnya, almarhum masih terus berpuasa dan masih menjadi Imam Masjid. Tapi Allah mungkin berkehendak lain dan sudah menjadi takdirnya suami saya meninggal di bulan Ramadan,” ungkap istri almarhum.
Semasa hidupnya, Zahri Abdullah masih terus konsisten memperjuangkan pelestarian budaya dan persatuan antarsuku di Kalbar. Sementara itu, mantan Sekda Kalbar, Syakirman, mengatakan semasa hidupnya almarhum terkenal sangat menjunjung semangat demokrasi, sehingga pemerintah provinsi sangat kehilangan atas kepergian almarhum.
"Rasanya sulit mencari pengganti almarhum, karena semasa hidupnya selalu menjadi stakeholder, pendukung pemerintah provinsi dalam perumusan betapa pentingnya harmonisasi antaretnis dan agama," kata Syakirman.
Ia mengatakan, selain itu semasa hidupnya almarhum juga sebagai penasehat tanpa pamrih untuk kemajuan Kalbar.
"Sehingga sepeninggalan almarhum kami sangat kehilangan, semoga amal ibadah beliau diterima oleh Allah SWT, amin," kata Syakirman.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
