TNI lahir dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat! Ungkapan ini terus didengungkan untuk mempererat TNI dengan masyarakat termasuk dalam kegiatan TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD).
“TMMD yang dilakukan setiap tahun ini selain merupakan program membantu pemerintah daerah dalam menyediakan pelayanan di tengah masyarakat seperti pembangunan sarana umum juga untuk mempererat hubungan TNI dengan masyarakat demi pertahanan wilayah,” kata Komandan Kodim 1207 Pontianak, Letnan Kolonel Inf. Asrianus Bulo, Jumat (9/10) usai pembukaan TMMD di Tugu Khatulistiwa.
Ia mengatakan pelaksanaan TNI Manunggal ke 83 ini yang dipusatkan di lima daerah yaitu Pontianak Timur, Pontianak Barat, Pontianak Utara, Pontianak Selatan dan Pontianak Tenggara.
TMMD tahun ini, lanjut Asrianus ada 150 anggota TNI yang dilibatkan dari tiga unsur yaitu TNI AD, TNI AL dan TNI AU. Dalam 21 hari kegiatan TNI Manunggal, ada dua sasaran yang akan dicapai yaitu fisik dan non fisik.
Untuk sasaran fisik, TNI akan melakukan pembangunan jalan gang, sarana umum dan rumah ibadah. Sedangkan untuk non fisik, kegiatan yang akan dilakukan berupa penyuluhan antisipasi DBD, penyuluhan hukum secara terpadu baik dari TNI maupun Polri.
Penyuluhan yang dilakukan TNI berupa pendidikan kedaulatan dan bela negara termasuk pentingnya pemahaman hukum batas negara. Sedangkan penyuluhan yang akan dilakukan Polri yaitu sosialisasi UU lalu lintas.
Wakil Walikota Pontianak, Pariadi saat membuka TMMD mengatakan kegiatan TMMD ini sangat bermanfaat bagi pemerintah Kota Pontianak dan masyarakat.
“Untuk pembangunan fisik, Pemkot akan membantu bahan-bahan bangunan fisik sedangkan TNI menyediakan anggotanya,“ kata Pariadi.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
