Masyarakat Indonesia tidak bakal kekurangan persediaan beras. Produksi beras setiap tahun terus meningkatkan. Bulog sendiri akhir 2009 lalu, masih menyimpan 1,7 juta ton dan bahkan pemerintahn pusat memiliki cadangan sebanyak 500 ribu ton.
Masyarakat Indonesia tidak bakal kekurangan persediaan beras. Produksi beras setiap tahun terus meningkatkan. Bulog sendiri akhir 2009 lalu, masih menyimpan 1,7 juta ton dan bahkan pemerintahn pusat memiliki cadangan sebanyak 500 ribu ton.
“Stok beras kita di bulog masih 1,7 juta ton. Ketersediaan ini, merupakan sejarah terbesar di Indonesia. Jika bulog diminta melakukan operasi pasar dan mempercepat penyaluran raskin mereka sangat senang, karena beras disimpan selama 7 bulan, juga tidak baik,” ungkap Menteri Pertanian RI, Siswono, usai menggelar panen perdana di Desa Peniraman, Kecamatan Sungai Pinyuh, Selasa (26/1).
Didampingi Wakil Gubernur Kalbar, Christiandy Sanjaya dan Bupati Pontianak, Ria Norsan, Suswono menyerahkan bantuan alat pertanian kepada kelompok tani.
Bila melihat potensi lahan pertanian di Indonesia yang sangat luas. Maka dapat diperkirakan panen padi se-Indonesia Januari ini mencapai 400 ribu hektar, Februari diprediksi mencapai 1,3 juta hektar dan Maret mencapai 2 juta hakter.
Adapun kenaikan harga beras di pasaran, disebabkan faktor psikologis. Seperti terjadi banjir, atau distribusi beras yang tidak lancar dikarenakan faktor gelombang tinggi, serta sistem tanam yang terlambat.
“Data-data ini, menunjukan Indonesia tidak akan kekurangan suplai pangan khusus beras. Sampai saat ini suplai lancar, di Pasar Cipinang Jakarta masih normal 20 ribu ton per hari. Sedangkan masalah banjir, sama sekali tidak mempengaruhi kenaikan harga, karena banjir masih dalam skala kecil,” katanya.
Selain itu, dirinya juga berharap setelah melihat luasnya wilayah Kalbar, masyarakat disarankan tidak hanya menanam padi, tapi juga bisa bergerak di bidang peternakan, perkebunan, sehingga target Presiden RI, Susilo Bambang Budiono, meningkatkan swasembada beras dapat terwujud.
“Hari ini saya melihat tanaman padi bisa menguning di antara pohon-pohon kelapa, berarti sistem pertanian tumpang sari juga dapat dilaksanakan dalam rangka peningkatan swasembada pangan tersebut,” katanya.
Bupati Ria Norsan, berharap kehadiran Menteri Pertanian, bisa memicu dan meningkatkan produktivitas sektor pertanian Kabupaten Pontianak, sehingga dapat menjadi lumbung padi Kalbar, seperti sebelum terjadi pemengkaran.
“Setelah pemekaran luas Kabupaten Pontianak semakin kecil, bahkan menjadi kabupaten terkecil di Kalbar. Tapi saya optimis dengan kedatangan menteri pertanian bisa memberikan kemajuan produktivitas pertanian kita,” katanya.
Lanjutnya, tidak hanya di sektor tanaman padi akan terus dipicu peningkatan produktivitasnya, tapi Kabupaten Pontianak juga harus mampu meningkatakan produksi tanaman pangan non beras seperti nanas, jagung, singkong, kedelai maupun tanaman holtikultura lainnya.
“Kedatangan beliau merupakan berkah kemajuan pertanian di Kabupaten Pontianak. Semoga sektor pertanian mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat sehingga upaya meningkatkan kesejahteraan hidup para petani dapat terwujud,” katanya lagi.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
