You are here

Sertifikasi Ketenagakerjaan

Menteri Tenaga Kerja dan Transmigarsi (Menakertrans) Muhaimin Iskandar, melakukan kunjungan kerja ke Kalbar. Kehadiran Menakertrans untuk meresmikan gedung kios Three In One Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) Pontianak, Jumat (27/8).

‘’Permasalahan di bidang ketenagakerjaan harus menjadi prioritas utama. Angka pengganguran yang cukup tinggi mencapai 8,59 juta orang atau sekitar 7,41 persen dari 116 juta angkatan kerja pada Juni 2010 harus diselesaikan, ‘’ ungkapnya di Aula BLKI Pontianak.

Muhaimin menjelaskan, dari angkatan kerja pada Juni lalu pengganguran yang berpendidikan D-1 maupun S-1 mencapai 1,36 juta orang. Jika di lihat secara rinci, profil tenaga kerja indonesia, menunjukan angka yang kurang mengembirakan. Hal demikian dikarenakan angkatan kerja yang di dominasi oleh lulusan SLTA ke bawah hanya sekitar 84,16 persen. ’’Pengaruh demikian menyebabkan tingkat produktivitas dan daya saing tenaga kerja kita masih rendah,’’ jelasnya.

Lebih jauh dikatakan Muhaimin, upaya penanggulangan pengangguran selama ini masih bersifat parsial dan sektoral, serta belum adanya upaya yang di lakukkan secara terpadu, terkoordinasi dan besinergi.

Dengan adanya masalah demikian Menakertrans mengembangkan progaram Three Ini One . ‘’Secara konsep Three In One satu keterpaduan fungsi dan tugas yang tidak tespisah antara lembaga pelatihan, sertifikasi, dan penempatan,’’ katanya.

Dirinya berharap dengan adanya program dapat meningkatkan kompetensi tenaga kerja, adanya penyelarasan kesenjangan antara dunia kerja dan lembaga pendidikan, agar sesuai dengan tuntutan permintaan pasar kerja dan syarat jabatan. Yang sangat kita harapkan pelatihan ini mendapat dukungan sepenuhnya dari Pemerintah Daerah.

Wagub Christiandy Sanjaya, berharap dengan adanya program Three In One sebagai pusat pelatihan tenaga kerja BLKI, kedepan dapat menciptakan tenaga kerja yang profesional dan siap bersaing di dunia kerja. ‘’Kita serahkan sepenuhnya kepada pihak BLKI, dan di harapkan juga dapat bekerja sama dengan pemerintah, ’’ katanya singkat.

Dalam kesempatan yang sama, kepala BLKI Hj. Syarifah Mardiana, memaparkan berbagai kekurangan-kekurangan termasuk, Fasilitas pendukung pelatihan sampai pada teknis dan program kerja BLKI. ‘’Dalam wakat dekat ada 10 orang instruktur pelatihan akan pensiun, yang masih aktif tinggal 21 orang,’’ uranya.

Bukan hanya pemasalahan teknis, kata Sayrifah, sarana dan prasana yang dimiliki masih belum maksimal. Untuk itu, dirinya berharap Menakertrans dapat mempertimbangkan berbagai persoalan yang berkaitan dengan teknis dan fasilitas BLKI yang di pakai sebagai penunjang pelatihan.