You are here

Puting Beliung Terjang Berbagai Daerah

Sidoarjo- Putting beliung menerjang berbagai daerah. Akibatnya, puluhan rumah porak poranda. Namun, puting beliung tak sampai menimbulkan korban jiwa.

Seperti terjadi di Sidoarjo. Puluhan rumah di Desa Jogo Satru, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo, Jumat, diterjang angin puting beliung menyusul datangnya hujan deras yang melanda kawasan tersebut.

"Angin puting beliungnya datang dengan cepat. Hal itu membuat atap puluhan rumah warga jebol dan rusak parah," kata Kapolsek Sukodono, AKP Kasiani, di Sidoarjo, Jatim, Jumat.

Menurut dia, angin puting beliung yang menerjang kawasan tersebut tidak hanya merusak atap rumah warga, tetapi juga mengakibatkan empat tiang listrik menjadi miring sekaligus mengakibatkan aliran listrik di kawasan itu padam.

Saat ini, lanjut Kasiani, warga mulai melakukan pembenahan dan bersih-bersih reruntuhan. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. "Hujan yang disertai puting beliung itu sempat membuat warga ketakutan dan berhamburan keluar rumah," katanya.

Terjangan angin puting beliung yang kurang dari lima menit itu cukup mengagetkan warga. Baru kali ini kawasan tersebut diterjang angin dengan kekuatan besar itu. "Bahkan `canopy` garasi milik kepala desa setempat juga ikut berterbangan," katanya.

Pihaknya akan bekerjasama dengan anggota koramil dan warga sekitar untuk melakukan pembenahan di lokasi yang mengalami kerusakan. "Kami juga telah menghubungi pihak perusahaan listrik negara (PLN) untuk melakukan perbaikan instalasinya," katanya.


Sebelumnya, angin puting beliung juga sempat melanda kawasan Bundaran Gelora Delta Sidoarjo. Tak hanya menumbangkan pepohonan, angin puting beliung juga membuat beberapa baliho calon legislatif semi permanen yang berada di bundaran Gelora Delta roboh dan berserakan.


Selain itu, atap salah satu rumah di kawasan Jalan Lingkar Barat, juga ada yang beterbangan dan tersangkut di kabel tegangan tinggi dan membuat aliran listrik kawasan seputaran Gelora Delta padam.

Puting beliung juga terjadi di Banjarnegara. Sebuah rumah milik Ichwanuddin (48) warga Desa Situwangi, Kecamatan Rakit, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah rusak tertimpa pohon yang tumbang akibat terjangan angin puting beliung, Jumat siang.

"Sebagian atap rumah saya hancur akibat tertimpa pohon berdiameter 50 sentimeter," kata Ichwanuddin.

Menurut dia, angin yang datang dari arah barat bersamaan dengan hujan deras itu, bertiup sangat kencang sehingga menumbangkan sejumlah pohon.

Bahkan belasan baliho calon anggota legislatif (caleg) peserta Pemilu 2009 yang sebagian besar terbuat dari bambu juga roboh dalam kejadian tersebut.

Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat Banjarnegara, Aris Sudaryanto mengatakan pihaknya sampai sekarang masih mendata jumlah rumah warga yang rusak serta kerugian akibat terjangan puting beliung tersebut.

"Jumlah rumah warga yang rusak belum terdata, yang pasti tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini," katanya.

Di Cilacap, sedikitnya 46 rumah di Desa Glempang, Kecamatan Maos, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, porak-poranda diterjang angin puting beliung, Jumat, sekitar pukul 15.30 WIB.

"Kita masih mendata rumah warga yang mengalami kerusakan," kata Kepala Desa Glempang Sumadyo.

"Rata-rata atap rumah porak poranda akibat terjangan angin," katanya.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, menurut dia, jumlah kerugian akibat terjangan puting beliung diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.

Sementara di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, angin kencang merobohkan sebuah baliho besar milik salah satu operator telepon seluler yang berada di Jalan Jenderal Sudirman (perempatan Palma), sekitar pukul 14.30 WIB.

Sehari sebelumnya, puluhan rumah warga Desa Sungai Rengas, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat rusak setelah terkena angin puting beliung Kamis dini hari.

"Angin puting beliung menerjang rumah kami sekitar pukul 01:00 WIB," kata Ketua RT 02, Japri Has, di Pontianak, Kamis.

Dari data RT 02/RW 02 ada sekitar tujuh unit rumah warga yang rusak berat akibat diterjang angin puting beliung. Sementara di RT 12/RW 10 ada 15 unit rumah yang rusak. Sehingga ada sekira 22 unit rumah warga Sungai Rengas.

Rumah Sampir Yanto (43), warga RT 02/RW 02, juga mengalami rusak berat akibat diterjang angin puting beliung. Ia mengatakan air itu menerbangkan atap rumahnya. "saya dan keluarga panik sewaktu angin itu menerbangkan atap," katanya.

Pada hari yang sama, puluhan rumah di empat desa yakni Pekuncen, Glempang, Tumiyang, dan Pasiraman Kidul, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, diterjang angin puting, Kamis, sekitar pukul 12:30 WIB.

Camat Pekuncen, Akhmad Suryanto mengatakan, angin puting beliung tersebut menyebabkan 23 rumah di Desa Glempang rusak, enam rumah di antaranya rusak parah tertimpa pohon tumbang.

Sementara di Desa Pasiraman Kidul, kata dia, terdapat lima rumah yang rusak dan Desa Pekuncen ada tiga rumah yang rusak ringan.

Menurut dia, puting beliung yang menerjang Desa Tumiyang hanya merusak sebuah kandang (peternakan) ayam milik Pendi (49) dengan kerugian yang diperkirakan mencapai Rp80 juta.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, total kerugian yang disebabkan puting beliung tersebut diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.