You are here

Penyu Perlu Dilindungi

Borneo Tribune, Sambas

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sambas bekerjasama dengan World Wild Fund (WWF) menyelenggarakan lokakarya multipihak dalam rangka mengelola habitat peneluran penyu di Kecamatan Paloh. Acara dilaksanakan di hotel Pantura, Sambas, Rabu (1/3).

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sambas bekerjasama dengan World Wild Fund (WWF) menyelenggarakan lokakarya multipihak dalam rangka mengelola habitat peneluran penyu di Kecamatan Paloh. Acara dilaksanakan di hotel Pantura, Sambas, Rabu (1/3).

Bupati Sambas, Burhanuddin A. Rasyid mengatakan Sambas memiliki potensi sumber daya alam yang cukup banyak. Terutama berkaitan potensi perairan. Karena Sambas memiliki panjang pantai mencapai 198, 2 kilo meter. Sehingga harus ada strategi pembangunan di bidang kelautan menuju kawasan konservasi laut daerah (KKLD).

"Sebab itu, kami mengundang berbagai pihak dalam lokakarya ini, untuk bersama-sama memikirkan dan mencari solusi terbaik, dalam pengelolaan sumberdaya pesisir," katanya.

Ia menyadari bahwa, penyu merupakan satwa langka. Namun tetap bisa bermanfaat dalam menunjang pembangunan di Sambas.

Pemda Sambas beberapa waktu lalu mengeluarkan izin konsesi telur penyu kepada pihak ketiga, untuk meningkatkan pendapatan daerah. Namun, Burhanuddin mengungkapkan pencapaiannya tidak signifikan, hanya Rp 70 juta per tahun. Pada 2005, Pemkab Sambas mencabut konsesi tersebut, dan menetapkan Taman Wisata Alam Tanjung Belimbing, sebagai situs konservasi penyu.

Adapun pihak yang hadir dalam acara lokakarya tersebut, jajaran Pemkab Sambas, ahli penyu dari Universitas Udayana, I.B. Windia Adnyana. Ahli penyu dari WWF Indonesia, Creusa Hitipeuw. Direktur KTNL-KP3K, DKP, Agus Dermawan. Perwakilan Departemen Kehutanan. Masyarakat Desa Sebubus, BKSDA Kalbar (Resort Paloh) dan Kapospolair Paloh.

Project Leader WWF Wakatobi, mewakili Direktur Program Kelautan WWF Indonesia, Veda Santiadji mengatakan, penyu adalah indikator keseimbangan ekosistem laut yang unik, dan selalu berimigrasi hingga ke negara paling jauh. Sehingga pantai pesisir Paloh sebagai pantai peneluran penyu, seharusnya menjadi ikon Kabupaten Sambas.

"Penyu dapat menjadi alat komunikasi antar negara atau masyarakat Internasional. Sehingga Kabupaten Sambas akan mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, baik nasional maupun internasional dalam pembangunan," kata Veda, saat memberikan sambutannya.

Sementara itu, Koordinator Program Penyu Nasional WWF Indonesia, Creusa  Hitipeuw mengatakan, WWF melihat perteluran di Paloh memiliki konektivitas dengan populasi penyu di laut Sulu.

Ia memberikan data yang menunjukkan bahwa, seluruh keliling pulau Kalimantan, merupakan habitat penyu. Baik pakan maupun habitat peteluran. Pemantauan penyu intensif dilakukan di Sarawak di Turtel Island Sabah dan di kepulauan Derawan Kaltim. Jalur imigrasi yang dipantau menunjukkan, kawasan pesisir Paloh dan selatan Kalimantan, juga dikunjungi penyu dari Sarawak dan Derawan.

Sebab itulah, harus ada upaya perlindungan di bagain barat dan selatan Kalimantan. Perlu dibangun jejaring perlindungan penyu, selain di Sarawak, Sabah dan Derawan.

Selain mengadakan lokakarya, kegiatan juga dirangkai dengan kunjungan ke pantai Selimpai Tanjung Belimbing.